Tuesday, 05 March 2024

Search

Tuesday, 05 March 2024

Search

Linda Gallery Hadirkan Pameran Tunggal  Pelukis Terkenal asal Tiongkok Zhang Lin Hai di Singapura

Linda Ma bersama Zhang Lin Hai dan Wu Hong.

SINGAPURA–Galeri seni asal Indonesia, Linda Gallery, sukses memukau penikmat seni Singapura lewat pameran tunggal pelukis terkenal asal Tiongkok, Zhang Lin Hai. Hadir dengan sejumlah karya terbaru, ini bukan kali pertama seniman Zhang ke Singapura.

Dia juga pernah berpameran tunggal di Museum Nasional, Jakarta, beberapa tahun lalu. Kini, sang seniman kembali menyapa penikmat seni di Singapura  melalui karya-karya lukis bertajuk ”Twilight of The Gods”.

Wu Hong (paling kiri) bersama Linda Ma (ketiga dari kiri), Zhang Lin Hai (keempat dari kiri), Tian Yan Wen (kelima dari kiri) dan Ali Kusno (paling kanan) dalam pembukaan pameran tunggal seniman Tiongkok Zhang Lin Hai.

CEO Linda Gallery, Linda Ma, bersyukur bisa kembali memamerkan karya terbaru seniman surealis kontemporer asal Tiongkok tersebut. Bagi Linda, karya seniman Zhang sangat jujur.

”Dibuat dengan hati, hingga emosi dan gairahnya sebagai seniman bisa dirasakan dalam karya-karyanya. Tidak banyak seniman lukis seperti Zhang Lin Hai. Itu sebabnya, saya sangat bersemangat kembali memamerkan puluhan karya terbarunya di awal tahun ini,” kata Linda dalam pembukaan pameran, Rabu (24/1) lalu di Singapura.

Dirinya bisa merasakan, ada perubahan yang signifikan dalam karya-karya terbaru Zhang.

Zhang yang merupakan lulusan Akademi Seni Rupa Tianjin menjadikan karya seni-dimulai dari ukiran kayu, baru kemudian berkembang ke media kanvas-sebagai caranya ”bertahan hidup” dari ”reruntuhan masa lalu”.

Ciri khas karyanya ada pada gambaran anak-anak botak yang berkeliaran di padang gurun dan pedesaan.

Sang seniman mengekspresikan idenya dengan cara yang sangat tidak jelas dan personal. ”Tapi seiring waktu, perubahan lingkungan tempat tinggal, karya Zhang saat ini terasa lebih rileks.

“Saya melihat ia mulai mau mengeksplor lebih dalam. Ada misi dalam lukisan terbarunya kali ini, bukan hanya ekspresi dari perasaannya semata,” puji Linda.

Tidak hanya menggunakan media kanvas, karya Zhang yang dipamerkan kali ini juga memakai media baki antik peninggalan dinasti kuno Tiongkok, yang merupakan koleksinya. Dalam karya-karya terbarunya, Zhang mengaku terinspirasi mitologi Nordik ”Twilight of The Gods” tentang penghancuran alam semesta dan umat manusia. 

”Sebuah kontemplasi dari pengalaman masa lalu dan harapan akan masa depan. Semoga dunia ini terhindar dari bencana dan penuh kedamaian,” harap sang seniman.

         Perubahan rasa dalam karya terbaru Zhang Lin Hai tak hanya bisa dirasakan Linda Ma. Kurator seni kenamaan asal Tiongkok yang mengenal pribadi dan karya Zhang sejak lama pun bisa merasakan adanya perubahan ke arah yang lebih optimistis dan ”cerah” dalam karya terbaru Zhang.

Suasana pameran tunggal seniman Tiongkok Zhang Lin Hai.

Teknik melukisnya tidak berubah. Pun dengan pemikiran sang seniman akan nilai-nilai masyarakat dan budaya Tiongkok yang mendarah daging dalam diri Zhang.

Akan tetapi, Wu Hong bisa merasakan, karya berkesenian Zhang telah berkembang menjadi lebih kaya, kian tak tergantikan, dan membawa nilai-nilai pembebasan yang lebih luas dan dalam.

Kurator Wu mengatakan, sang seniman juga kerap memunculkan lika-liku nasib kolektif dan siksaan spiritual di zaman modern. Melalui presentasi realis teatrikal dan magis dari adegan nyata yang mirip dengan api penyucian, Zhang memberi kritik terhadap tradisi otoriter dalam sejarah Tiongkok, baik dalam konteks sosial maupun budaya.

”Tapi bersamaan dengan kritiknya yang keras itu, Zhang masih memiliki simpati dan belas kasihan untuk semua makhluk hidup yang tersiksa dalam pusaran waktu dan siklus sejarah. Ia mengungkapkan simpatinya itu dengan menyalahkan kebutaan bawaan, ketundukan, dan ketidaktahuan dalam ketidaksadaran kolektif bahwa menjadi kaki tangan otokrasi adalah bagian dari kejahatan manusia,” bebernya. ***

Sukris Priatmo

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media