Linda Ango, Perempuan Tionghoa Pertama di Kalbar yang Disuntik Vaksin Covid-19

Ketua Umum Perwati Kalbar Linda Ango menjadi Wanita Tionghoa Pertama di Kalbar yang menerima suntikan vaksin Covid-19 perdana.

          PONTIANAK (IM) – Ketua Umum Persatuan Wanita Tionghoa (Perwati) Kalimantan Barat Linda Ango Kamis (14/1) menjadi Wanita Tionghoa Pertama di Kalbar yang menerima suntikan vaksin Covid-19 perdana pada Pencanangan Pelaksanaan Vaksinasi Kalbar di Pendopo Gubernur Kalbar, Pontianak.

           “Terima kasih Pemrov Kalbar, saya didaulat jadi Wanita Tionghoa Pertama yang menerima Vaksin Covid-19 dari Tim Kesehatan di Kalbar,” ucap Linda Ango.

          Dalam kegiatan Pencanangan Pelaksanaan Vaksinasi yang dilaksanakan di Provinsi Kalbar ini, turut disaksikan Gubernur Kalbar H Sutarmidji yang juga ikut serta sebagai orang pertama dalam aksi vaksinasi ini.

          Yang diikuti Pangdam XII/ Tpr Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad, Kapolda Kalbar Irjen Pol R Sigid Tri Hardjanto, Waka Polda Kalbar Brigjen Pol Asep Safrudin, Kepala BPKP Perwakilan Kalbar Dikdik Sadikin, Kadiskes Kalbar Dr Harrison, Ketua PPNI Kalbar Haryanto, Pemgurus IKBM Kalbar M Fauzie, Tokoh Muhammadiyah Kalbar Sukino, Wakil Ketua Muhammadiyah Kalbar Iksanudin, Pastor Paroki Katedral Santo Yoseph Pontianak Pastor Alexius Alex, Sekretaris PGI Kalbar Pdt Filemon Adi dan Ketua Perwati Kalbar Linda Ango.

          Linda Ango mengatakan masyarakat Tionghoa Kalbar khusus wanita Tionghoa di Kalbar tidak perlu takut akan vaksinasi ini.

           “Yang terpenting mulai sekarang kita juga harus mengikuti program pemerintah. Dan bagi masyarakat yang sudah terdaftar supaya mengikuti program ini,” ajak Linda Ango.

          Sementara itu, Gubernur Kalbar H Sutarmidji berharap dengan pencanangan vaksinasi di Provinsi Kalbar ini akan membawa Provinsi Kalbar menjadi provinsi yang aman.

           “Mudah-mudahan pencanangan vaksinasi ini bisa membuat Kalbar bisa keluar dari Pandemi ini. Kita bisa beraktivitas seperti biasa lagi,” harap Sutarmidji.

          Gubernur menambahkan, setelah vaksinasi pertama, maka 14 hari kemudian akan dilaksanakan vaksinasi ulang maka mereka sudah terproteksi dirinya sendiri.

           “Vaksinasi ini halal dan aman. Presiden jadi yang pertama divaksin. Ini tahap satu, mereka yang sudah divaksin, 2 minggu kemudian mereka akan divaksin lagi. Ini sudah melalui screening yang ketat,” katanya. ● idn/din

Mika Urip

Mika Urip

Tulis Komentar

WhatsApp