International Media

Senin, 3 Oktober 2022

Senin, 3 Oktober 2022

Lima Tersangka Penipuan Aplikasi Evotrade Segera Disidangkan

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko di Mabes Polri, Jakarta, Rabu 27 April 2022.

JAKARTA  – Pihak Kepolisian sudah melimpahkan berkas perkara tahap II dari 5 tersangka kasus investasi bodong via aplikasi Evotrade ke pihak Kejaksaan.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko mengatakan pelimpahan berkas dilakukan pada 26 April 2022 kepada Kejaksaan Negeri Kota Malang.

“Kasus Evotrade dengan lima tersangka atas nama AK, D, DES, MS, dan AM sudah dilakukan tahap 2 di Kejaksaan Negeri Kota Malang pada Selasa, 26 April 2022,” kata Gatot kepada wartawan, Kamis (28/4).

Dengan demikian, kelima tersangka akan segera disidang atas tindakan penipuan yang dilakukannya. Lebih lanjut, Gatot mengatakan telah menyita sejumlah barang bukti dalam kasus tersebut. Barang bukti itu juga telah dilimpahkan ke Kejari Kota Malang untuk persidangan.

Gatot menyebutkan, beberapa barang bukti itu yakni dokumen kegiatan robot trading Evotrade, rekening koran para tersangka, enam unit laptop untuk kegiatan operasional Evotrade, dan lima ponsel.

Kemudian ada uang dollar Singapura senilai Rp 12 miliar, uang tunai Rp 100 juta, 2 kendaraan roda empat jenis BMW M5 dan Z4. Selanjutnya, 1 unit rumah atas nama AM di Kota Malang, uang sebesar Rp 8,9 miliar dari rekening penampung atas nama DES, uang senilai Rp 2,8 miliar dari rekening tersangka AM, serta uang senilai Rp 144,9 miliar dari rekening tersangka Anang Diantoko (AD) .

“Untuk tersangka AD berkas perkara terpisah dan akan dilimpahkan beserta beberapa barang bukti lainnya serta uang yang berada dalm rekening pribadi tersangka yang sedang diajukan pada pihak pengadilan negeri untuk didapatkan penetapan, ” tutur Gatot.

Sebelumnya pada 19 Januari 2022, Bareskrim Polri telah menetapkan enam tersangka dalam kasus investasi bodong robot trading Evotrade. Keenamnya adalah AD, AMA, AK, D, DES dan MS. Para tersangka dikenai Pasal 105 dan atau Pasal 106 Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, dan atau Pasal 3 dan atau Pasal 4 dan atau Pasal 5 dan atau Pasal 6 jo Pasal 10 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Polisi menyebut pengguna aplikasi Evotrade berjumlah 3.000 orang yang tersebar di Jakarta, Bali, Surabaya, Malang dan Aceh.***

Osmar Siahaan

Komentar

Baca juga