Leicester City Harus Belajar dari Musim Lalu

Brendan Rodgers bersama pemain Leicester City. (ft: ist)

LEICESTER –  Leicester City  berada di  posisi tiga klasemen Liga Inggris usai mengalahkan Crystal Palace. The Foxes diwanti-wanti tak boleh gagal lagi seperti musim lalu.

Di saat para pesaingnya seperti Manchester United gagal menang, lalu Liverpool diimbangi Newcastle United 1-1, dan Chelsea mengalahkan West Ham United, Leicester wajib memenangi duel kontra Crystal Palace di King Power Stadium, Selasa (27/4) dinihari WIB.

Leicester memang sempat dikejutkan gol Wilfried Zaha di menit ke-12 yang membuat mereka tertinggal 0-1 di babak pertama. Timothy Castagne membuat Leicester menyamakan skor 1-1 di awal babak kedua.

Gol kemenangan Leicester dibuat Kelechi Iheanacho yang menjebol gawang Palace di menit ke-80. Menang 2-1, Leicester  pun mengumpulkan 62 poin dari 33 pertandingan, unggul empat angka dari Chelsea di posisi keempat dan  tujuh poin dari West Ham United di posisi kelima.

Leicester pun sudah menyamai total poin mereka musim lalu, dan cuma kalah dari 66 poin pada 1962/1963 serta 72 poin pada 2015/2016. Mereka juga menegaskan statusnya sebagai raja comeback musim ini, merebut 19 poin dari posisi tertinggal.

 Leicester juga sadar betapa sakitnya musim 2019/2021 ketika gagal finis empat besar, meski hampir sepanjang musim berada di zona tersebut. Alhasil, tiket Liga Champions gagal direbut setelah performa buruk selepas musim restart lagi di tengah pandemi virus korona.

“Kemenangan yang sangat penting untuk kami. Tiga laga dalam sembilan hari, benar-benar melelahkan. Saya rasa pemain luar biasa, tetap tenang saat tertinggal duluan dari Palace yang sulit sekali ditembus. Kami sudah membicarakan soal itu di awal musim (kegagalan finis empat besar musim lalu) dan melupakannya jauh-jauh,”  ujar manajer Leicester, Brendan Rodgers seperti dikutip Daily Mail. ***

Vitus Dotohendro Pangul

Vitus Dotohendro Pangul

Tulis Komentar

WhatsApp