Lecehkan Saksi, Dua Penyidik KPK Diberi Sanksi Potong Gaji dan Teguran Tertulis

Ilustrasi

JAKARTA – Dua penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Muhammad Praswad Nugraha dan Muhammad Nur Prayoga terbukti melakukan pelanggaran kode etik. Pelanggaran etik itu dinyatakan dalam sidang etik Dewan Pengawas KPK yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Harjono dan dua Anggota Majelis Albertina Ho dan Syamsuddin Haris.

Mereka dinyatakan bersalah melakukan perundungan dan pelecehan kepada salah satu saksi dalam perkara bansos Covid-19 bernama Agustri Yogasmara alias Yogas.

“Menghukum para terperiksa satu, Muhammad Praswad Nugraha dengan sanksi sedang berupa pemotongan gaji pokok sebesar 10 persen selama 6 bulan,” kata Ketua Majelis Sidang Dewas, Harjono dalam konferensi pers pada Senin (12/7).

“Sedangkan terperiksa kedua Muhammad Nur Prayoga dijatuhi sanksi berupa teguran terulis satu dengan masa hukuman selama tiga bulan,” ujar Harjojo.

Harjono menyebut kedua pelaku terbukti melakukan pelanggaran kode etik pedoman perilaku berupa perundungan dan pelecehan terhadap pihak lain di dalam dan di luar lingkungan kerja. Hal itu diatur dalam Pasal 6 ayat (2) huruf b Peraturan Dewas Nomor 2 tahun 2020 tentang Penegakan Kode Etik dan Pedoman Perikaku KPK.

Adapun hal memberatkan keduanya adalah mereka sebagai penyidik telah menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan oleh pimpinan. Sedangkan hal meringankan yaitu kedua penyidik mengakui terus terang akan perbuatannya.

Bahkan, penyidik M Nur Prayoga menyatakan sangat menyesal atas perbuatannya dan berjanji tidak mengulangi lagi.

Harjono menyebut, putusan yang dibacakan dalam sidang Dewas telah melalui berbagai proses mulai dari mendengar saksi-saksi, bukti-bukti dan hingga ahli yang diajukan. Adapun pelaporan terhadap Praswad Nugraha dan Nur Prayoga ke Dewas atas dugaan intimidasi dilakukan sendiri oleh saksi yang mengalami intimidasi yaitu Agustri Yogaswara alias Yogas.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp