International Media

Kamis, 19 Mei 2022

Kamis, 19 Mei 2022

Lebih dari 300 Warga Sipil Berhasil Dievakuasi dari Mariupol

Dua perempuan naik bus saat evakuasi warga sipil di jalan dekat Slovyansk, Ukraina.

MARIUPOL-PBB mengatakan lebih dari 300 warga sipil dari kota Mariupol yang terkepung dan empat kota lainnya berhasil dievakuasi ke Zaporizhzhia yang dikuasai Ukraina dalam operasi kedua yang berhasil untuk mengeluarkan warga sipil dari daerah-daerah yang menjadi sasaran penembakan dan serangan Rusia, seperti laporan Associated Press, Kamis, (5/5)

Osnat Lubrani, kepala kemanusiaan PBB di Ukraina, mengatakan dalam sebuah pernyataan, banyak warga sipil dari Mariupol, Manhush, Berdiansk, Tokmak dan Vasylivka datang dengan hanya pakaian yang mereka kenakan dan sekarang mendapatkan bantuan kemanusiaan.

Dia mengatakan para pengungsi juga akan menerima “dukungan psikologis yang sangat dibutuhkan.”

Pernyataannya tidak mengatakan apakah evakuasi termasuk warga sipil dari pabrik baja Azovstal di Mariupol yang dikelilingi oleh pasukan Rusia dan dilaporkan mendapat serangan baru pada Rabu.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan mereka berusaha mencapai kesepakatan untuk menyelamatkan orang-orang di pabrik Azovstal, di mana masih ada warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.

Zelenskyy mengatakan 344 orang yang dievakuasi hari Rabu adalah tambahan dari lebih dari 150 orang yang dievakuasi awal pekan ini dari bunker di bawah pabrik baja kota.

Komandan pasukan pertahanan utama di pabrik baja Azovstal di kota Mariupol mengatakan pasukan Rusia kini masuk ke wilayah pabrik, lokasi evakuasi terbatas warga sipil yang terkepung terjadi pekan lalu.

Pemerintah Rusia, sementara itu, berjanji untuk memfasilitasi koridor kemanusiaan dari Kamis hingga Sabtu untuk memungkinkan lebih banyak evakuasi.

Dalam sebuah video yang diposting Rabu, Denys Prokopenko, komandan resimen Azov Ukraina, mengatakan serangan itu berlanjut pada hari kedua “dan ada pertempuran berdarah yang berat.”

Azovstal tetap menjadi salah satu pusat perlawanan militer terbesar Ukraina dan telah menjadi sasaran pemboman dan penembakan besar-besaran dari udara Rusia. TV Pemerintah Rusia menunjukkan asap membubung di atas Azovstal.***

Frans Gultom

Komentar

Baca juga