Friday, 24 May 2024

Search

Friday, 24 May 2024

Search

Lazio Bantah Ingin ‘Bantu’ Napoli Rebut Scudetto

Sukacita pemain Lazio usai mengalahkan AC Milan.

ROMA – Lazio menang telak 4-0 atas AC Milan dalam lanjutan pekan ke-19 Serie A yang dihelat di  Olimpico, Rabu (25/1) dinihari WIB. Tuan rumah tampil lebih dominan dan kreatif dalam membongkar pertahanan lawan.

Lazio unggul dua gol di babak pertama lewat sepakan Sergej Milinkovic-Savic pada menit ke-4 dan sontekan Mattia Zaccagni di menit ke-38. Di babak kedua, Luis Alberto (67′) dan Felipe Anderson (75′) kemudian menegaskan kemenangan sang elang ibu kota.

Pelatih Lazio, Maurizio Sarri menegaskan kemenangan yang diraih timnya bukan bertujuan memudahkan jalan Napoli menjadi juara Serie A musim ini. Ia hanya fokus mengejar target bersama Biancoceleste.

Ia mengaku senang melihat kiprah Napoli di musim ini. Ia memang punya kedekatan karena pernah melatih selama tiga tahun di sana. Meski begitu, ia kini fokus dengan target yang diusung Lazio, yakni finis sebaik mungkin di klasemen.

“Kami mengejar kemenangan ini untuk diri kami sendiri, sebab di musim lalu kami kesulitan menghadapi Milan, kami selalu kalah dalam tiga pertemuan. Jadi kemenangan ini menunjukkan betapa Lazio telah berkembang. Tapi bila Napoli baik-baik saja, maka saya pun senang,” ujar Sarri kepada DAZN.

Dengan hasil ini, Lazio pun naik ke peringkat ketiga klasemen, dengan poin 37, sama seperti Inter Milan dan AS Roma. Mereka hanya terpaut satu angka dari AC Milan yang masih berada di posisi runner-up.

Sementara jarak dari pemimpin klasemen, Napoli, masih berada di 13 angka. Keadaan tersebut membuat beberapa pemain Lazio, seperti Milinkovic-Savic, mulai bermimpi merebut scudetto -sebutan gelar Liga Italia.

Meski demikian, Sarri, tak mau terlalu gegabah. Tentu, merebut scudetto adalah impian setiap tim Liga Italia. Namun, Sarri enggan melihat terlalu jauh ke depan. “Kami tidak boleh memiliki pemikiran seperti itu, hanya mimpi belaka. Seperti yang saya katakan, hal paling penting adalah fokus ke pertandingan selanjutnya,” kata Sarri.

Bukan tanpa alasan Sarri menilai demikian. Karena dia merasa Lazio kerap kehilangan momentum. “Kami tidak boleh melihat keadaan jangka panjang. Kami harus menghadapi setiap pertandingan secara bertahap dan menjaga adrenalin seperti laga ini. Sayang, hal itu sering menjadi kelemahan kami,” tegasnya.

Sergej Milinkovic-Savic mengaku kalau sebelumnya ia punya firasat bakal mencatatkan nama di papan skor pada pertandingan tersebut. Sebelum laga  dirinya sempat membaca sejumlah berita yang menyebut dirinya tidak pernah mencetak gol kala bersua AC Milan.

“Saya banyak membaca tulisan-tulisan yang mengatakan bahwa saya tidak pernah mencetak gol saat melawan AC Milan, namun saya memiliki perasaan bahwa hal itu akan berubah di laga ini. Saya mendapatkan tiga poin dalam Fantasy Football,” kata Milinkovic-Savic di situs klub.

Lebih lanjut, Milinkovic-Savic mengaku hasil ini sangat layak didapatkan timnya. Kendati begitu, ia  meminta kepada rekan-rekannya untuk tetap membumi dan menatap laga berikutnya.anjut Menonton

“Ini mungkin merupakan hasil yang indah, pertandingan hebat di depan para penggemar kami, semua orang bermain baik, dan ini hasil yang layak didapatkan. Sekarang kami harus tetap membumi dan menegakkan kepala, kami akan terus melaju,” ujarnya.

Sementara pelatih AC Milan, Stefano Pioli mengakui penurunan performa yang dialami timnya. Banyak faktor yang menyebabkan hal itu terjadi. “Kami harus segera kembali ke Milanello dan bekerja lebih baik, karena sudah jelas kami tidak tampil sesuai kapabilitas kami. Banyak hal yang tak berjalan lancar saat ini, ada masalah mental, juga soal taktik, karena kami kebobolan lewat sejumlah situasi yang harusnya bisa kami tangani dengan cara berbeda,” ujar Pioli kepada DAZN.***

Vitus DP

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media