Lambat, Proyek Pembangunan Jalan Cigudeg-Kiarasari-Cisangku

Proyek pembangunan Jalan Cigudeg-Kiarasari-Cisangku yang nilai pagu anggarannya Rp 28 miliar ditinjau oleh Sekda Kabupaten Bogor Burhanudin dan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jawa Barat Asep Wahyuwijaya.

CIBINONG – Proyek pembangunan Jalan Cigudeg-Kiarasari-Cisangku yang nilai pagu anggarannya Rp 28 miliar ditinjau oleh Sekda Kabupaten Bogor, Burhanudin dan Ketua Fraksi Demokrat DPRD JabarAsep Wahyuwijaya.

Keduanya menyayangkan lambatnya progres pembangunan yang dananya bersumber dari dana pemulihan ekonomi (PEN), dimana dana tersebut merupakan hasil peminjaman Pemprov Jawa Barat ke pemerintah pusat.

“Proyek pembangunan Jalan Cigudeg-Kiarasari-Cisangku ini demi memulihkan insfrastruktur jalan maupun jembatan yang rusak akibat bencana alam banjir bandang dan tanah longsor pada Rabu 1 Januari 2020 lalu. Oleh karena itu kepada penyedia jasa PT Duta Tunas Kontruksi Pratama, kami minta proyek ini bisa tepat waktu dan selesai sebelum Senin, 27 Desember 2021 mendatang,” ujar Burhanudin kepada wartawan, Jumat (22/10).

Mantan Asisten Pemerintah Daerah dan Kesejahteraan Rakyat  ini menambahkan jikalau saat ini progres pekerjaan masih di bawah 30 persen, maka harus ada langkah percepatan pembangunan.

“PT Duta Tunas Kontruksi Pratama harus menambah alat berat, jumlah pekerja dan waktu kerja. Saya tegaskan bahwa proyek yang didanai PEN ini tidak ada addendum atau masa tambahan waktu kerja, apalagi saat ini sudah memasuki musim hujan,” tambahnya.

Burhan sapaan akrabnya menuturkan, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang harus memonitor proyek ini setiap pekan, laporannya pun juga akan selalu saya evaluasi.

Asep Wahyuwijaya berharap Pemkab Bogor memaksimalkan anggaran yang tersedia, kepada penyedia jasa, ia pun memasikan anggaran tersebut tidak dipangkas atau dicoret oleh Pemprov Jawa Barat hingga ia meminta PT Duta Tunas Kontruksi Pratama melaksanakan tugasnya secara tepat waktu.

“Proyek pembangunan Jalan Cigudeg-Kiarasari-Cisangku ini hasil perjuangan Bupati, Sekda Kabupaten Bogor dan saya selaku angggota DPRD Jawa Barat, saya minta proyek ini jangan lagi gagal seperti proyek pembangunan Gedung MDGs RSUD Ciawi karena ini bukan murni anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) tapi hasil pinjaman Pemprov Jawa Barat ke pemerintah pusat,” pinta Asep. 

Aktivis mahasiswa 98 ini secara tegas mengatakan setiap rupiah sangat berharga karena di Pemprov Jawa Barat kita rebutan anggaran, kalau tidak mampu bangun, maka bisa kasih kabar sejak awal hingga anggarannya akan digeser ke daerah lain. gio

Prayan Purba

Prayan Purba

Tulis Komentar

WhatsApp