Lahan Kritis di Kawasan Bandung Utara Capai 77 Ribu Hektare

Lahan kritis di Kawasan Bandung Utara.

BANDUNG- Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat menyebut ada sekitar 77 ribu hektare lahan kritis di wilayah Kawasan Bandung Utara (KBU) termasuk di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum. Namun khusus untuk lahan kritis di KBU yang masuk ke wilayah Kabupaten Bandung Barat totalnya mencapai 19 ribu hektare.

Kepala Dinas Kehutanan Jawa Barat, Epi Kustiawan mengatakan lahan kritis di KBU terjadi lantaran masifnya alih fungsi lahan baik menjadi kawasan perumahan maupun bangunan komersil lainnya.

Padahal KBU sendiri merupakan jantung penyuplai air tanah dan daerah resapan air untuk wilayah cekungan Bandung. Kawasan hutan di utara Bandung merupakan yang paling disorot untuk dipertahankan.

“Menurut catatan kami di KBU itu total ada 77 ribu hektare lahan kritis, untuk yang masuk di wilayah KBB ada 19 ribu hektare. Dari 77 ribu itu di dalam kawasan hutannya ada 17 ribu hektare dan 60 ribu hektare lebih ada di luar kawasan hutan termasuk yang di KBB,” ungkap Epi saat dikonfirmasi, Kamis (22/4).

Sementara secara umum Epi menyebut lahan kritis di Jawa Barat tercatat seluas 911 ribu hektare. Lahan kritis yang berada di kawasan hutan lindung, hutan konservasi dan hutan produksi seluas 150 ribuan hektare. Itu terbagi dua pertama di dalam kawasan hutan seluas kurang lebih 150 ribuan hektare.

“Terluasnya ada di luar kawasan hutan artinya yang dimiliki oleh warga dengan luas kurang lebih ada 711 ribu hektare lebih. Lalu di dalam kawasan hutan mencapai 150 ribu hektare,” ujarnya.

Menekan potensi penambahan luas lahan kritis, dirinya menyebut ada beberapa cara mulai dari penanaman pohon secara masif hingga yang paling krusial yakni moratorium pembangunan di KBU.

“Untuk penanaman pohon mungkin sudah berjalan. Nah kalau moratorium, kita setuju kalau memang itu diperlukan. Hanya saja perlu kajian mendalam dan melibatkan banyak pihak. Jadi sebetulnya kondisi lahan kritis ini jadi permasalahan semua dinas dan lapisan masyarakat,” tegasnya. ***

Prayan Purba

Prayan Purba

Tulis Komentar

WhatsApp