Tuesday, 05 March 2024

Search

Tuesday, 05 March 2024

Search

Kunjungi NSA Surabaya, Puluhan Mahasiswa Asing Antusias Belajar Alat Musik Tradisional

Para mahasiswa asing berfotobersama sejumlah guru dan siswa NSA

SURABAYA—Sebanyak 34 mahasiswa asing berkunjung ke  SMP NSA (Nation Star Academy) Surabaya, untuk belajar alat musik tradisional Indonesia, pada Selasa (30/1).

        Mereka berasal dari sembilan negara. Di antaranya dari Tiongkok, Thailand, Taiwan, Vietnam, Filipina, Kanada, Malaysia, Korea Selatan dan Myanmar. 

Suguhan alat musik tradisional gamelan.
 

        Menurut Kepala SMP NSA Inggriete Liany Widyasari, S.T., kegiatan ini merupakan kolaborasi antara NSA dengan ITS, melalui DKG (Direktorat Kemitraan Global) dalam Program Internasional Jangka, yakni Community and Technological Camp (CommTECH) Insight 2024.

        “Melalui kerjasama kolaborasi ini, kami ingin mengangkat warisan budaya Indonesia. Dalam hal ini, alat musik tradisional seperti angklung, kolintang dan gamelan. Untuk diperkenalkan pada generasi muda dan masyarakat Internasional”, ujarnya. 

        “Mereka juga kami ajak memainkan alat musik tersebut, sambil membawakan lagu-lagu tradisional, didampingi para siswa. Dan mereka sangat antusias. Tak segan untuk mencoba dan belajar secara langsung. Tentang instrumentasi, teknik, serta makna kultural, yang terkandung dalam setiap alat musik, pada siswa-siswi kami,” imbuhnya. 

        Inggriete juga berharap, kunjungan ini dapat menciptakan ikatan yang erat, antara budaya Indonesia dengan mahasiswa dan dosen dari mancanegara.

“Sebagai Satuan Pendidikan Kerjasama, NSA tidak hanya mengutamakan bidang akademik. Tetapi juga mewadahi bakat dan potensi siswa melalui bidang non akademik,” tuturnya. 

        “Kami memfasilitasi siswa-siswi dalam kegiatan ektrakurikuler, melalui Program Nurturing Student’s Potential (NSP) untuk jenjang PG-TK dan SD. Serta Sharpening Student’s Potential (SSP) untuk jenjang SMP dan SMA,” ungkapnya. 

        Untuk itu, saat menyambut kedatangan rombongan tamu, para siswa-siswi NSA juga menampilkan berbagai macam budaya dan keahlian softskill yang dipelajari di sekolah. Seperti seni beladiri Wushu, alat musik Kecapi Gu Zheng, dan tarian tradisional.

        “Harapannya, kegiatan ini dapat menciptakan ikatan yang erat, antara budaya Indonesia dengan mahasiswa dan dosen dari mancanegara,” imbuhnya. 

        Sementara itu, mahasiswa asal Korea Selatan, Jung Sujong dan Park Jungeun, mengungkapkan sangat antusias mengikuti kegiatan ini. 

        “Sangat menarik, melihat siswa-siswi SMP memainkan alat musik tradisional. Mereka tampak lucu”, ungkap Park Jungeun. 

        “Alat musik yang mereka mainkan, cukup mirip dengan di Korea. Jadi saya sangat tertarik untuk mempelajarinya,” tambah  Jung Sujong. anto tze

Sukris Priatmo

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media