Saturday, 15 June 2024

Search

Saturday, 15 June 2024

Search

Kunjungi Masjid Raya Sheikh Zayed, Ketum MATAKIN Berpesan: Generasi Muda Jaga Silaturahmi dan Jalin Kebersamaan

Xs. Budi dan rombongan berfoto bersama di depan Al-Quran terbesar di Indonesia.

SURAKARTA—Ketua Umum MATAKIN (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia) melakukan kunjungan ke Masjid Raya Sheikh Zayed,  di Kota Surakarta (Solo), Minggu (13/5).

Dalam kunjungan tersebut Xs. Budi Santoso Tanuwibowo didampingi Henry Susanto (Ketua MAKIN Solo), Dq. Aristya Angga Susanto (Ketua DPN Pemuda Agama Khonghucu Indonesia), Dq. Lia Yunitasari (Pemuda Kelenteng Hwie Ing Kiong, Madiun) dan BP Pemuda Agama Khonghucu Surakarta.

Foto tampak depan Masjid Sheik Zayed.
 

Tujuan kunjungan ini, selain untuk menjalin silaturahmi juga merencanakan kegiatan bersama.

Kedatangan Xs. Budi dan jajaran disambut oleh pengurus Masjid Raya Sheikh Zayed. Mereka diajak keliling melihat-lihat keindahan desain bangunan Masjid yang megah.

Dengan luas bangunan mencapai 8.000 meter persegi, Masjid Raya Sheikh Zayed Solo menjadi monumen religi yang digadang sebagai replika atau miniatur dari Sheikh Zayed Grand Mosque yang terletak di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Dialog antar Xs. Budi, Dq. Henry, Dq. Aristya, Dq. Lia dan pengurus Masjid.

Di dalam Masjid ini memiliki Al-Quran terbesar di Indonesia yang mana proses pembuatannya ditulis dan digambar secara manual.

Di dalam Al-Quran tertulis 30 jenis tanaman, dan 29 tanaman diantaranya sudah tertanam di sekitar Masjid Raya Sheikh Zayed.

Ramdon, salah satu Pengurus Masjid yang juga Dosen Sosiologi di Univeristas Negeri Sebelas Maret Surakarta mengapresiasi kunjungan ini.

Dirinya sangat senang karena kunjungan ini didominasi anak muda. Sesuai dengan mandat Presiden Joko Widodo, Masjid ini harus dijadikan rumah ibadah yang terbuka untuk segala kegiatan yang positif.

Diskusi antar pengurus Masjid dengan Xs Budi, Dq. Henry dan  Dq. Aristya.

Saat berkunjung ke fasilitas perpustakaan, Ramdon ingin agar generasi muda melek literasi dan memperbanyak kegiatan dialog lintas agama baik di Masjid maupun kampus

        Senada, Xs. Budi menyampaikan bahwa generasi muda harus dibekali dengan kegiatan yang titik tertingginya adalah persatuan Indonesia.

 “Agama Islam dan Khonghucu adalah agama yang paling dekat baik dari aspek vertikal maupun horizontal, juga dari sisi sejarah perkembangan Khonghucu di Indonesia yang banyak dibantu teman-teman muslim,” ujar Xs.Budi.

Xs. Budi, Dq. Henry, Dq. Aristya, Dq. Lia dan BP PAKIN solo memasuki Masjid.

Selanjutnya Xs. Budi menitip pesan kepada generasi muda untuk dapat menjaga silaturahmi.

“Dengan berkegiatan bersama, dengan saling berinteraksi saling melibatkan diri satu sama lain, maka kita akan semakin erat dan lebih saling mengenal. Indonesia butuh semangat persaudaraan tulus yang lepas dari segala prasangka negatif masa lalu,” pungkasnya. ***

Sukris Priatmo

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media