Krisis Covid-19 di India, Anak Ikat Jenazah Ayahnya di Atas Mobil

Seorang anak di India terpaksa membawa jenazah ayahnya dengan cara diikat di atas mobil saat akan ke krematorium.

Seorang anak di India terpaksa mengingat jenazah di atas mobil. Dilaporkan India Today, si anak terpaksa mengantarkan sendiri jasad ayahnya karena tidak ada layanan ambulans. Diyakini, anaknya hendak melakukan ritual penguburan bagi si ayah di krematorium Agra, kota berpenduduk 1,6 juta jiwa di Uttar Pradesh.

Karena kurangnya ambulans, orang-orang harus menunggu hingga enam jam untuk membawa jenazah kerabat mereka ke krematorium. Seperti kota lainnya di India, Agra juga berjibaku menghadapi gelombang kedua virus korona yang jauh lebih mengerikan.

Dilansir Daily Mirror Selasa (27/4), politisi menyalahkan partai penguasa Bharatiya Janata (BJP) yang tak becus mengurus pandemi. Akibatnya, rumah sakit swasta di sana menolak pasien. Meski begitu, kota tersebut tetap kebanjiran pasien dari distrik tetangga.

Secara keseluruhan, gelombang kedua yang bagaikan tsunami ini meluluhlantakkan sistem kesehatan setempat

Media lokal mewartakan, satu orang meninggal setiap empat menit di ibu kota New Delhi, dan hampir ruang perawatan intensif di sana penuh. Bahkan, fasilitas medis setempat sampai mengirim permohonan bantuan karena sumber daya mereka tak cukup untuk menampung penderita.

Tak hanya fasilitas medis, krematorium juga mulai kewalahan karena jenazah pasien Covid-19  terus berdatanganTerlalu banyak mayat yang harus dikremasi membuat pejabat setempat diperintahkan memotong pohon sebagai bahan bakar.

Kesulitan yang dialami “Negeri Bollywood” membuat Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallaca menjanjikan bantuan. Kepada Sky News Senin (26/4), dia menyebut situasi di negara Asia Selatan tersebut “tak tertahankan”. Wallaca menyatakan, London sudah mengirimkan konsentrator oksigen dan ventilator untuk mengurangi beban India.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp