KPK Telusuri Dugaan Suap Kuota Rokok dan Minuman Beralkohol di Bintan

Ilustrasi

JAKARTA (IM) – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menelusuri  aliran dugaan suap terkait pemberian kuota rokok dan minuman keras atau beralkohol di Kabupaten Bintan. Senin (5/4) kemarin, penyidik KPK telah meminta keterangan beberapa saksi.

Adapun, saksi yang dikonfirmasi terkait dugaan suap itu yakni, Staf Bidang Perindag dan Penanaman Modal Badan Pengusahaan Bintan Wilayah Kabupaten Bintan, Alfeni Harmi; Kasubag Fasilitasi dan Koordinasi Pimpinan Kabupaten Bintan atau Ajudan Bupati Bintan periode 2016-2021, Rizki Bintani.

Kemudian, Anggota Bidang Pelayanan Terpadu BP Bintan, Yurioskandar; Mantan Kepala BP Bintan, Mardiah, yang kini menjabat Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3KB) Bintan; serta Pensiunan PNS, Restauli.

“Para saksi didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan proses penghitungan besaran dan jumlah kuota rokok dan minuman beralkohol dan dugaan adanya penerimaan sejumlah uang karena pemberian kuota dimaksud kepada pihak-pihak yang terkait dengan perkara ini,” beber Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Selasa (6/4).

Sebelumnya Ali Fikri mengatakan bahwa KPKsedang  mengusut kasus dugaan korupsi terkait pengaturan barang kena cukai dalam pengelolaan kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Bintan tahun 2016 sampai 2018. Pengusutan itu diduga berawal dari hasil kajian yang pernah dilakukan KPK.

“Bahwa benar, KPK saat ini sedang melakukan penyidikan dugaan TPK terkait pengaturan barang kena Cukai dalam pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan Wilayah Kabupaten Bintan Tahun 2016 sampai 2018,” kata Ali, beberapa waktu lalu. Sejalan dengan adanya proses penyidikan, KPK juga telah menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait pengaturan barang kena cukai ini. Sayangnya, KPK masih enggan membeberkan secara detail ihwal tersangka serta konstruksi perkara itu.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp