KPK Telusuri Aliran Uang Suap Gubernur Sulsel Nonaktif Nurdin Abdullah untuk Biaya Kampanye

Pebyuidik KPK telusuri aliran uang suap Gubernur Sulses nokatif untuk biaya kampanye.

JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini sedang menelusuri  aliran uang suap yang diterima Gubernur nonaktif Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

KPK menyebut Nurdin menerima suap sebesar Rp2 miliar dan gratifikasi sebanyak Rp3,4 miliar. Namun KPK belum merinci lebih dalam soal penerimaan suap dan gratifikasi tersebut.

“Lagi didalami, uang itukan diterima dari proyek. Belum ditelusuri lebih lanjut ditelusuri ke mana. Biar itu menjadi tugas penyidik,” ujar Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (2/3).

Alex mengungkapkan, nantinya tim penyidik mendalami aliran uang yang diterima Nurdin salah satunya digunakan untuk biaya kampanye.

“Apakah misalnya lari karena biaya kampanyenya sangat besar, dia dapat sponsor dari pengusaha lokal setempat. Sehingga merasa punya kewajiban untuk membayar utang itu tadi dengan berikan kontrak proyek kepada rekanan yang mungkin mendukungnya atau tim kampanye yang bersangkutan,” ujarnya.

“Tapi semua pasti akan didalami di tingkat penyidikan. Kami belum tahu detail seberapa besar yang bersangkutan menerima uang dan untuk apa uang tersebut. Pasti nanti akan terungkap di persidangan,” uajrnya.

Alex meyakini tim penyidik akan menelisik dan menemukan bukti soal sumber dan aliran uang yang diterima Nurdin untuk menjadi bukti bagi tim jaksa penuntut umum (JPU) untuk menguatkan dakwaan di proses persidangan.

“Semua pasti akan didalami di tingkat penyidikan. Kami belum tahu detil seberapa besar yang bersangkutan menerima uang dan untuk apa uang tersebut. Pasti nanti akan terungkap di persidangan,” kata Alex.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp