International Media

Kamis, 19 Mei 2022

Kamis, 19 Mei 2022

KPK OTT Bupati Bogor, Ironi  Korupsi Kakak-Adik Keluarga Yasin

Bupati Bogor Ade Yasin (Foto Instagram @ademunawarohyasin).

JAKARTA (IM) – Kegiatan  operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan tim  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Bogor, Ade Munawaroh Yasin atau Ade Yasin, seakan mengingatkan kembali Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap  sang kakaknya, Racmat Yasin,  yang saat itu juga  menjabat sebagai Bupati Bogor.

KPK menyatakan Ade diduga terlibat dalam kasus suap. Dalam operasi itu, tim penyidik KPK juga menangkap sejumlah orang dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Jawa Barat.

Penyidik KPK juga menyita sejumlah uang dan berkas dalam penangkapan terhadap Ade dan sejumlah orang.

“Kegiatan tangkap tangan ini dilakukan karena ada dugaan tindak pidana korupsi pemberian dan penerimaan suap,” ucap Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, Rabu (27/4).

Pada  8 Tahun lalu penyidik KPK meng kasngkap kasus suap yang melibatkan Rachmat Yasin melalui operasi tangkap tangan, tepatnya pada 7 Mei 2014. Ketika itu Rachmat Yasin terlibat perkara suap sebesar Rp 4,5 miliar dalam tukar-menukar kawasan hutan PT Bukit Jonggol Asri (BJA).

 Seperti sang adik, Rachmat juga merupakan kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Selain mengamankan Ade Yasin, tim penindakan KPK juga  mengamankan sejumlah uang. Uang tersebut  diduga berkaitan dengan praktik suap-menyuap.

Selain Ade Yasin, KPK juga mengamankan tim pemeriksa dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Barat dan sejumlah rekanan. Saat ini, tim KPK masih melakukan pemeriksaan terhadap para pihak serta menghitung jumlah pasti uang yang diamankan dalam operasi senyap tersebut.

“Benar KPK sedang melakukan giat tangkap tangan di wilayah Bogor Jawa Barat, telah mengamankan beberapa pihak dari Pemda Kab Bogor, pemeriksa BPK dan rekanan serta sejumlah uang serta barang bukti lainnya,” kata Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (27/4).

Setidaknya KPK mempunyai waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan tersebut. KPK berjanji akan mengumumkan lebih detail dan rinci terkait operasi senyap di wilayah Bogor tersebut.

“Saat ini kami sedang melakukan pemeriksaan setelah selesai nanti akan kami sampaikan detail kasusnya,” kata Ghufron.

Operasi senyap terhadap Ade Yasin serta Anggota BPK perwakilan Jawa Barat (Jabar) tersebut diduga berkaitan dengan praktik suap menyuap. Ade Yasin dan Anggota BPK Jabar diduga terlibat suap pengurusan temuan laporan keuangan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bogor.

“Terkait dugaan suap pengurusan temuan laporan keuangan Pemkab Bogor,” kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Rabu (27/4).

Buat Surat Edaran

Irnisnya, sebelum terkena OTT, Buati Ade Yasin sempat menerbitkan surat edaran (SE) mengenai larangan menerima gratifikasi bagi ASN, beberapa hari sebelum terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK pada  Rabu (27/4).

SE Bupati Bogor Nomor 700/547-Inspektorat, mengatur bahwa setiap ASN, pimpinan dan karyawan BUMD dilarang melakukan permintaan, pemberian, serta penerimaan gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan atau kewenangan-nya yang dikaitkan dengan hari raya atau pandemi Covid-19.

ASN juga dilarang memanfaatkan kondisi pandemi Covid-19 atau peringatan hari raya untuk melakukan perbuatan atau tindakan koruptif.

“Tindakan tersebut dapat menimbulkan konflik kepentingan, bertentangan dengan peraturan atau kode etik, dan memiliki risiko sanksi pidana,” ucap Ade Yasin saat itu.

SE tersebut ia buat berdasarkan ketentuan Pasal 12 B dan Pasal 12 C Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta membenarkan penangkapan Ade Yasin, terkait kasus dugaan suap.

“Benar, tadi malam sampai Rabu pagi, KPK melakukan kegiatan tangkap tangan di wilayah Jawa Barat,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta.

Selain Bupati Bogor, kata dia, beberapa pihak yang turut ditangkap di antaranya dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Barat dan pihak terkait lainnya. Ali mengungkapkan kegiatan tangkap tangan tersebut dilakukan karena ada dugaan tindak pidana korupsi pemberian dan penerimaan suap.***

Osmar Siahaan

Komentar

Baca juga