KPK dan KPPU Bahas Kasus Suap Ekspor Benih Lobster

Gedung KPK

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rencananya sore ini, Selasa (16/2) bertemu Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Kedua lembaga tersebut bakal membahas kasus perizinan ekspor benih lobster.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama (Karo Humaskerma) KPPU, Deswin menjelaskan, para pimpinan KPPU akan menyambangi markas KPK untuk berkoordinasi terkait masalah benih lobster. Sebab, kata Deswin, KPPU juga saat ini sedang menangani kasus yang berkaitan dengan benih lobster.

“Ketua KPPU beserta jajaran pimpinan KPPU sore ini, pukul 15:00 WIB akan melakukan pertemuan dengan Pimpinan KPK guna koordinasi penegakan hukum antar lembaga, khususnya terkait kasus lobster yang tengah bergulir di kedua komisi,” kata Deswin melalui pesan singkat.

KPK sebelumnya telah menetapkan tujuh tersangka kasus dugaan suap terkait perizinan ekspor benih lobster. Ketujuh tersangka itu yakni, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo (EP); Stafsus Menteri Kelautan dan Perikanan, Safri (SAF) dan Andreau Misanta Pribadi (AMP).

Kemudian, Pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK), Siswadi (SWD); Staf Istri Menteri Kelautan dan Perikanan, Ainul Faqih (AF); dan pihak swasta Amiril Mukminin (AM). Sementara satu tersangka pemberi suap yakni, Direktur PT DPP, Suharjito (SJT).

Edhy bersama Safri, Andreau Pribadi Misanta, Siswadi, Ainul Faqih, dan Amril Mukminin diduga menerima suap sebesar Rp 10,2 miliar dan USD 100 ribu dari Suharjito. Suap tersebut diberikan agar Edhy memberikan izin kepada PT Dua Putra Perkasa Pratama untuk menerima izin sebagai eksportir benur.

Sebagian uang suap tersebut digunakan oleh Edhy dan istrinya, Iis Rosyati Dewi untuk belanja barang mewah di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat pada 21-23 November 2020. Sekitar Rp750 juta digunakan untuk membeli jam tangan Rolex, tas Tumi dan Louis Vuitton serta baju Old Navy.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp