KPK Berharap Napi Asimilasi Kasus Korupsi Ikut Terlibat dala Pemberantasan Korupsi

Ketua KPK Firli Bahuri.

BANDUNG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Kegiatan Penyuluhan Antikorupsi bagi narapidana asimilasi. Kegiatan ini akan dilaksanakan di Lapas Sukamiskin, Jawa Barat, Rabu (31/3).

Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah para narapidana kasus tindak pidana korupsi yang sedang melaksanakan proses asimilasi dan yang masa tahanannya akan segera berakhir.

Penyuluhan antikorupsi dilakukan untuk membangun komunikasi dengan para narapidana kasus tindak pidana korupsi agar  tidak mengulangi perbuatannya dan mau ikut serta berperan aktif dalam upaya pencegahan korupsi, sekembalinya di masyarakat.

“Hari ini kita berbagi di dalam rangka memahami apa sesungguhnya itu tindak pidana korupsi,” ujar Ketua KPK Firli Bahuri di Lapas Sukamiskin, Bandung, Rabu (31/3).

Penyuluhan ini juga sebagai bentuk pelibatan seluruh elemen masyarakat dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi. Seluruh masyarakat diharapkan berperan serta memberantas korupsi.

“Ada tiga kalimat kalau kita berbicara tentang cinta peduli dan berbagi serta rekan-rekan yang saat ini ada di Lapas Sukamiskin kita jangan pernah berhenti untuk saling mencintai. Karena kalau kita berhenti maka tentu kita akan berhenti untuk peduli,” kata Firli

KPK menggunakan pendekatan ilmu psikologi untuk memetakan narapidana asimilasi ini. Antara lain dengan menggunakan metode komunikasi dua arah, mengenali kepribadian, analisis gesture, vibrasi suara, goresan tulisan, dan lain-lain. Pemetaan ini diharapkan akan menghasilkan data narapidana yang siap untuk dilibatkan dalam program antikorupsi.

Di kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Irjen Pol Reynhard S.P. Silitonga berterima kasih kepada KPK karena telah melakukan Kegiatan Penyuluhan Antikorupsi bagi narapidana asimilasi di Lapas Sukamiskin. “Kami harapkan para warga binaan ini yang sudah kami lakukan pembinaan selama ini juga pembina yang bapak lakukan maka mereka akan menjadi corong-corong atau katakan sebagai humas kita bahwa dalam perkara korupsi mereka agar menjadi corong-corong agar tidak melakukan lagi, bagi dirinya sendiri dan juga bagi masyarakat,” kata Reynhard.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp