Korut Tembakkan Rudal Jelajah Jarak Jauh di Tengah Ketegangan dengan AS

PYONGYANG– Korea Utara (Korut) menembakkan sejumlah rudal jelajah jarak jauh selama akhir pekan di tengah ketegangan baru dengan Amerika Serikat (AS). Tembakan beberapa misil berbahaya dalam sebuah uji coba senjata itu telah dikonfirmasi media pemerintah, KCNA, Senin (13/9).

Menurut KCNA, militer negara yang dipimpin Kim Jong-un itu menembakkan sejumlah rudal ke sasaran sekitar 1.500 km jauhnya selama latihan dua hari.

“Ini perkembangan yang signifikan untuk memiliki sarana pencegahan lain yang efektif untuk menjamin keamanan negara kita dengan lebih andal dan secara kuat menahan manuver militer pasukan musuh,” tulis KCNA.

Korea Utara telah menguji coba rudal di masa lalu. Jeda baru-baru ini atas aktivitas militer yang provokatif telah memberi harapan bahwa Kim Jong-un dapat bersedia untuk melanjutkan pembicaraan denuklirisasi.

Tetapi PBB bulan lalu memperingatkan bahwa produksi plutonium di reaktor Yongbyon telah dimulai, menggambarkannya sebagai aktivitas yang sangat meresahkan.

Sekitar waktu yang sama, adik perempuan yang juga penasihat utama Kim Jong-un, Kim Yo-jong, menyerukan penarikan pasukan AS dari semenanjung Korea.

Utusan Presiden AS Joe Biden untuk Korea Utara, Sung Kim, sebelumnya telah mengulangi keinginannya untuk bertemu dengan pihak Pyongyang di mana saja dan kapan saja.

Uji coba rudal terbaru ini dilakukan hanya beberapa hari setelah parade militer besar-besaran di Ibu Kota Korut, Pyongyang, pekan lalu untuk menandai peringatan 75 tahun berdirinya negara itu.

Kehadiran Kim Jong-un dengan penampilan yang lebih kurus dan energik telah memicu spekulasi baru tentang kesehatan sang diktator muda.

Bulan lalu, dia terlihat dengan perban dan tanda hitam di bagian belakang kepalanya.

Menurut agen mata-mata Korea Selatan, National Intelligence Service (NIS), pada November 2020, Kim memiliki berat 136kg yang menjadikannya terlihat sangat gemuk.

Tetapi, kali ini tubuhnya yang jauh lebih kurus dan membuat para pakar berspekulasi bahwa tampilan baru itu positif atau negatif.

Artinya, itu adalah hasil dari perilaku sehat atau tanda bahwa Kim Jong-un sekali lagi sakit.

Sementara itu, AS mengecam tindakan Korut dalam uji coba rudal jelajah dan menyebutnya sebagai ancaman.

“Rudal ini sebagai senjata strategis yang sangat penting,” tulis media pemerintah tersebut, Senin (13/9).

Sementara Korea Selatan mengatakan militernya sedang menganalisis peluncuran misil jelajah Korut menggunakan intelijen mereka sendiri dan intelijen AS.

Komando Indo-Pasifik militer AS menyampaikan kecaman atas manuver rudal terbaru Pyongyang. “Kegiatan ini menyoroti fokus berkelanjutan Korut pada pengembangan program militernya dan ancaman yang ditimbulkan [kepada] tetangganya dan komunitas internasional,” kata komando tersebut, seperti dikutip Reuters.***

Frans Gultom

Frans Gultom

Tulis Komentar

WhatsApp