International Media

Kamis, 19 Mei 2022

Kamis, 19 Mei 2022

Korut Peringati Hari Lahir Pendiri Negara Tanpa Parade Militer

Pemimpin Korut melambaikan tangan

PYONGYANG – Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un nampak mengawasi prosesi publik besar-besaran untuk merayakan ulang tahun pendiri Korut, Kim Il Sung, yang tak lain adalah kakek Jong-un. Adegan itu tergambar dalam foto yang disebarkan kantor berita Korut, KCNA, Sabtu (16/4).
Hari kelahiran Kim Il Sung adalah salah satu tanggal terpenting dalam kalender politik Pyongyang. Namun tak seperti biasanya, peringatan hari lahir Kim Il Sung yang juga dikenal sebagai Hari Matahari, kali ini tak dimeriahkan dengan pertunjukan kekuatan militer.
Sebelumnya, para analis dan pejabat Korea Selatan (Korsel) serta Amerika Serikat (AS) telah secara luas memperkirakan parade militer atau bahkan uji coba nuklir akan dilakukan oleh Korut untuk merayakan Hari Matahari.
Tetapi perayaan kali ini hanya melibatkan parade sipil, tarian yang disinkronkan, dan kembang api. Foto-foto yang dirilis oleh KCNA menunjukkan ribuan orang berpakaian warna-warni berbaris melalui Lapangan Kim Il Sung di ibu kota saat Jong-un melihat dari balkon. “Barisan pekerja, penari petani dan lainnya berbaris melewati alun-alun membawa spanduk dan papan bertuliskan slogan-slogan sosialis, dan bendera nasional raksasa,” sebut laporan KCNA.
Hingga kini, tiga generasi keluarga Kim telah memerintah negara itu sejak 1948. Jong-un juga mengunjungi Istana Matahari Kumsusan, tempat jenazah Kim Il Sung dan putranya, serta penggantinya Kim Jong Il disemayamkan.
Perayaan ulang tahun itu terjadi tiga minggu setelah Korut melakukan uji coba rudal balistik antarbenua terbesar yang pernah ada – pertama kali senjata paling kuat Kim ditembakkan dari jarak penuh sejak 2017.
Uji coba itu adalah puncak dari serangkaian peluncuran yang memecahkan rekor tahun ini dan menandai diakhirinya moratorium uji coba jarak jauh dan nuklir yang dipaksakan sendiri.
“Tidak adanya aktivitas militer pada hari libur tidak mewakili pergeseran dari pembangunan militer Korea Utara,” kata Leif-Eric Easley, profesor studi internasional di Ewha Womans University di Seoul.
Menurut Easley, rezim Jong-un membutuhkan lebih banyak sumber kebanggaan dan legitimasi nasional daripada parade militer.
“Jadi, peringatan publik di sekitar ulang tahun pendirinya mencoba menggambarkan ekonomi yang tidak hanya tangguh tetapi juga tumbuh,” lanjutnya.
Meski demikian, pejabat Korsel mengatakan, Pyongyang masih bisa menggelar parade militer atau melakukan uji coba senjata pada atau sekitar 25 April, saat hari peringatan berdirinya Tentara Rakyat Korea.***

Frans Gultom

Komentar

Baca juga