International Media

Selasa, 4 Oktober 2022

Selasa, 4 Oktober 2022

Korut Klaim Punya Angkatan Perang Tak Tertandingi di Dunia

Pemimpin Korut

PYONGYANG– Korea Utara mengklaim angkatan bersenjatanya sebagai ‘kekuatan yang tak terkalahkan’. Pernyataan itu disampaikan di tengah persiapan pelaksanaan parade militer skala besar.
Korea Utara tengah bersiap merayakan ulang tahun ke-90 berdirinya Tentara Revolusi Rakyat Korea (KPRA) pada Senin (25/4). Perayaan itu akan dimeriahkan dengan parade militer.
Kantor Berita Pusat Korea Utara melaporkan bahwa acara itu akan menandai sejarah pencapaian militer Korea Utara, mulai dari pertempuran Korea Utara melawan Amerika Serikat dalam Perang Korea 1950-53 hingga konflik yang skala kecil.
“Semua orang di negara ini melihat ke belakang secara mendalam pada sejarah 100 kemenangan angkatan bersenjata revolusioner kita,” kata Kantor Berita Pusat Korea Utara dikutip AFP pada Minggu (24/4).
Laporan itu menambahkan bahwa Kim Jong-un telah memajukan kekuatan militer Korea Utara dengan “ideologi militernya yang jenius, komando militer yang luar biasa, dan keberanian serta nyali yang tak tertandingi”.
“Angkatan bersenjata revolusioner kami telah memperoleh kekuatan tak terkalahkan yang tidak dapat diabaikan dunia,” imbuhnya, mengacu pada persenjataan nuklir Korea Utara.
Korea Utara sebelumnya diyakini bakal menunjukkan kekuatan militernya dalam acara peringatan 110 tahun kelahiran mendiang pendiri negara itu, Kim Il-sung pada Jumat (15/4) lalu. Kenyataannya acara saat itu hanya dirayakan dengan parade sipil.
Namun dalam beberapa hari terakhir, citra satelit menunjukkan persiapan parade militer besar-besaran yang melibatkan ribuan tentara Korea Utara dan sejumlah kendaraan militer di tempat pelatihan parade di Pyongyang.
“Biasanya, pasukan meninggalkan tempat latihan segera setelah parade selesai, jadi kehadiran mereka lebih lanjut menunjukkan acara yang akan datang,” kata Martyn Williams dikutip dari AFP.
Sementara itu, pejabat dan analis di AS maupun Korea Selatan juga telah mewaspadai kemungkinan Pyongyang akan melanjutkan pengujian senjata nuklir untuk pertama kalinya sejak 2017.

Frans Gultom

Komentar