Konyol, Polisi Gadungan Nekat Tilang Anggota TNI Aktif

Polisi gadungan yang nekat tilang anggota TNI aktif di Bandung, tidak ditahan karena masih di bawah umur

BANDUNG  –  Video yang memperlihatkan seorang polisi gadungan tengah dikerubungi anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan dua lelaki berambut cepak. Dalam keterangan video disebutkan, polisi gadungan itu dibekuk gara-gara aksi konyolnya yakni menilang korbannya yang merupakan dua anggota TNI.

Peristiwa disebutkan terjadi di kawasan Alun-alun, Kota Bandung, pada Minggu (28/2).Dalam video yang sudah dilihat 11.184 kali tersebut, polisi gadungan itu terus dicecar sejumlah pertanyaan sambil dikerubungi anggota Satpol PP. Dia mengaku baru berumur 17 tahun dan mendapatkan seragam polisi dari anggota kepolisian.

“Saya baru 17, (seragam polisi) dari anggota, Pak Syarif,” ujar polisi gadungan itu.

Dalam keterangan video disebutkan, kejadian berawal saat dua anggota TNI berpakaian preman tengah melajukan kendaraannya di kawasan Alun-alun, Kota Bandung, menuju Cimahi.

Tiba-tiba dari arah belakang, polisi gadungan itu memepet dan meminta korbannya berhenti di pinggir jalan. Polisi gadungan itu lantas menanyakan SIM dan STNK karena dua anggota TNI tersebut dituding melanggar lalu lintas.

Korban yang awalnya tak mengira menjadi korban polisi gadungan kemudian menyerahkan SIM dan STNK yang diminta. Namun, dia mulai curiga saat polisi gadungan itu meminta uang.

Anggota TNI itu lantas menanyakan kartu anggota kepolisian kepada polisi gadungan itu, tapi dia tak bisa memperlihatkan. Tambah curiga, korban pun kemudian mengeluarkan kartu anggota TNI-nya.

Kaget korbannya merupakan anggota TNI aktif, polisi gadungan itu buru-buru meminta maaf dan tak jadi menilang. Namun, korban tak menyia-nyiakan kesempatan itu, terlebih polisi gadungan itu tak seperti polisi muda kebanyakan karena tubuhnya agak gemuk, perut buncit, dan tinggi hanya sekitar 160 sentimeter.

Tidak hanya itu, setelah dipaksa membuka jaketnya, polisi gadungan itu ternyata memakai seragam polisi tanpa tanda pangkat di bahunya. Tertangkap tangan, polisi gadungan itu akhirnya diamankan dan diseret ke kantor Satpol PP setempat. Disebutkan juga, kasus tersebut kini telah ditangani Polsek Regol.

Sementara itu, Kapolsek Regol, Kompol Aulia Djabar membenarkan kabar tersebut. Menurutnya, pelaku sudah langsung diamankan tak lama setelah peristiwa itu terjadi, Minggu (28/2).

“Iya betul (isi video). Pelaku langsung kita amankan pada hari itu juga,” ujar Aulia.

Informasinya, pelaku tidak ditahan karena masih dibawah umur.

“Berdasarkan proses diversi dengan pihak kejaksaan, pelaku tidak kita tahan karena masih di bawah umur,” katanya.

Disinggung motif pelaku, Aulia menerangkan, pelaku yang merupakan warga Kota Bandung itu terdesak kebutuhan ekonomi.

Pasalnya, kata Aulia, selain berasal dari keluarga tidak mampu, pelaku merupakan anak yatim piatu.

Pelaku memilih menjadi polisi gadungan setelah mendapatkan seragam polisi di sebuah toko pakaian bekas. Aulia juga mengungkapkan bahwa pelaku hanya meminta uang Rp10.000 dari korbannya.

“Pelaku itu ternyata anak yatim piatu dan selama ini tinggal bersama bibinya. Dia butuh uang jajan, makanya mintanya juga cuma Rp10.000,” kata Aulia.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp