Konflik Partai Demokrat Kian Panas, Darmizal Cs Dituding Suka Tebar Berita Bohong

Ilustrasi

JAKARTA – Kisruh di tubuh Partai Demokrat semakin memasnas. Beberapa mantan kader dan petinggi partai berlambang mercy yang telah dipecat, seperti HM Darmizal dan yang lainnya, ngotot menggulirkan Kongres Luar Biasa (KLB).

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP PD, Herzaky Mahendra Putra menganggap, makin ke sini, para pelaku Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD) makin kelihatan wajah aslinya.

“Senangnya menebar kabar bohong terkait Partai Demokrat dan kepemimpinan Mas AHY (Agus Harimurti Yudhoyono). Makin sering pula menebar pepesan kosong,” ujar Herzaky saat dihubungi, Rabu (3/3).

Herzaky menegaskan, PD saat ini posisinya sedang menanjak sejak dipimpin oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Ada perubahan besar di partainya. Kader-kader juga dikatakan makin semangat melakukan kerja-kerja nyata secara swadaya, membantu rakyat yang sedang kesulitan terdampak pandemi dan bencana.

“Elektabilitas Partai Demokrat sedang dalam tren naik drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sejak Oktober 2020 sampai dengan survei akhir-akhir ini. Pilkada kita menang besar, mendekati 50 persen, meskipun kita di luar pemerintahan,” bebernya.

Makanya kemudian, kata Herzaky, ada oknum kekuasaan yang ingin kudeta Parai Demokrat, dan melakukan Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD) secara paksa bersama beberapa mantan kader yang sudah dipecat.

“Karena memang Partai Demokrat lagi bagus-bagusnya setahun terakhir ini. Kalau sedang jelek, mana mungkin ada pihak luar mau melakukan GPK-PD,” kata Herzaky.

“Jadi, jangan dibalik-balik. Dibilang kalau kepemimpinan Mas AHY belum teruji dan kondisi partai ini sedang tidak baik, padahal kepemimpinan Mas AHY sudah teruji dan kondisi Partai ini sedang baik-baiknya,” ulasnya.

Lebih jauh Herzaky mengaku mempertanyakan alasan harus dilakukan KLB. Dia pun menengarahi, para GPK PD mau melaksanakan KLB itu demi menyelamatkan Partai Demokrat atau menyelamatkan kepentingan pribadi atau kelompoknya yang tidak lagi bisa cawe-cawe dalam urusan Pilkada atau struktur partai.

“Karena memang di bawah kepemimpinan AHY, manajemen Partai Demokrat semakin terbuka dan transparan, dan semakin mempersempit ruang gerak para petualang dan oportunis politik,” ujarnya.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp