Komunitas Marga Tionghoa Pontianak Adakan Sembahyang Leluhur Musim Semi

Ketua Dewan Pembina Yayasan Ni Lam Zhou Gui Xin dan Ketua Dewan Pengurus Zhou Cai Liang melakukan sembahyang leluhur.

PONTIANAK–Yayasan Ni Lam, Yayasan Asali Pontianak, Yayasan Marga Tan Pontianak dan Yayasan Suci Budi, Sabtu (20/3) lalu mengadakan sembahyang leluhur musim semi di pemakaman masing-masing marga Tionghoa di Sungai Raya.

Pengurus Yayasan Ni Lam berfoto bersama seusai pelaksanaan ritual sembahyang leluhur.
Wakil Ketua Dewan Pengurus Chen Guang Jian mewakili Ketua Dewan Pengurus Chen Hong Xuan memimpin pelaksanaan  sembahyang leluhur.

Keesokan harinya, Minggu (21/3) merupakan puncak pelaksanaan ritual sembahyang leluhur musim semi.

Wakil Ketua Dewan Pengurus Chen Guang Jian mewakili Ketua Dewan Pengurus Chen Hong Xuan memimpin pelaksanaan  sembahyang leluhur.
Chen Zhi Ding menjadi zhuji pelaksanaan sembahyang leluhur musim semi.
Dewan pengurus Yayasan Marga Tan Pontianak dipimpin Wakil Ketua Dewan Pengurus Chen Guang Jian melaksanakan sembahyang leluhur musim semi di sekretariat Yayasan Marga Tan Pontianak.

Ada 17 ormas Tionghoa yang melaksanakan sembahyang leluhur musim semi.

Di antaranya Perkumpulan Marga Zhang, Perkumpulan Marga Zheng, Yayasan Bunda Kasih, Perkumpulan Marga Lai, Yayasan Sosial Xin Yuan, Yayasan Eh Tjhe Sia Thoe,  Perkumpuan Marga Guo, Perkumpulan Marga Wu, Perkumpulan Marga Lu, Perkumpulan Marga Zhu, Perkumpulan Lianmeng Shejia, Perkumpulan Song Jia Zhang Yi She, Perkumpulan Bei Qu Fan Rong She, Komunitas Ming Shan dan Perkumpulan Yi He She.

Ketua Dewan Pengurus Yayasan Asali Pontianak Lin Bin Tai sedang melakukan ritual sembahyang.

Setiap pelaksanaan sembahyang leluhur musim semi dan musim gugur, Yayasan Ni Lam dan Yayasan Asali Pontianak selalu membuka pelaksanaan sembahyang leluhur, yang kemudian diikuti oleh perkumpulan marga Tionghoa lainnya.

Pengurus dan anggota Perkumpulan Marga Zhang berfoto bersama.

Dalam pelaksanaan sembahyang leluhur, para warga melakukan ritual membersihkan kuburan dan menggantung kertas yang bertujuan agar tidak melupakan akar sekaligus jasa para leluhur. Juga tidak melupakan pewarisan tradisi kebaikan leluhur.

Pengurus dan anggota Yayasan Bunda Kasih berfoto bersama.

Pelaksanaan sembahyang leluhur berbagai daerah di Kalimantan Barat dimulai dari perayaan Imlek. Dan berakhir pada perayaan Ceng Beng.

Para pengurus Yayasan Eh Tjhe Sia Thoe berfoto bersama.

Yayasan Ni Lam dan Yayasan Asali Pontianak menjadi pembuka pelaksanaan upacara sembahyang leluhur musim semi. Sedangkan hari terakhir pelaksanaan  sembahyang leluhur musim semi ditutup oleh Yayasan Bhakti Suci Pontianak. Begitu pula dengan pelaksanaan sembahyang musim gugur. idn/din

Sukris Priatmo

Sukris Priatmo

Tulis Komentar

WhatsApp