International Media

Selasa, 29 November 2022

Selasa, 29 November 2022

Komunitas Dog Lover Datangi Car Free Day, Tuntut Pemprov DKI, Cabut Aturan Larangan Bawa Hewan

Komunitas Dog Lovers mendatangi car free day (CFD) di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Minggu (30/10) pagi. Berjumlah sekitar enam orang, mereka membawa anjing masing-masing.

JAKARTA- Komunitas Dog Lovers mendatangi car free day (CFD) di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Minggu (30/10) pagi. Berjumlah sekitar enam orang, mereka membawa anjing masing-masing.

Penggagas CFD Dog Lovers, Azas Tigor Nainggolan mengatakan, kedatangan komunitasnya bermaksud meminta agar Pemerintah Provinsi DKI mencabut larangan membawa hewan saat CFD. “Kami minta itu dicabut larangan membawa hewan,” ujar Azas di depan Pos Polisi Bundaran HI, Minggu pagi.

Azas menyebutkan, pihaknya telah mengirimkan surat ke Dinas Perhubungan DKI terkait permintaan itu. “(Dishub) mau ngobrol dulu sama (stakeholder) CFD. Kami sudah bersurat dua minggu lalu,” kata Azas.

 Adapun, Dishub DKI mengeluarkan larangan membawa hewan peliharaan saat berkunjung ke CFD melalui Keputusan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta nomor: e-0077 Tahun 2022 tanggal 22 Juni 2022 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan HBKB (hari bebas kendaraan bermotor). Menurut Kepala Dinas Perhubungan DKI, Syafrin Liputo, hal itu dilakukan berdasarkan hasil evaluasi Tim Kerja HBKB Provinsi DKI Jakarta dan masukan masyarakat yang berkegiatan di sana.

“Ketentuan tersebut merupakan hasil pembahasan Tim Kerja HBKB yang melibatkan sejumlah pihak terkait,” ujar Syafrin, Senin (10/10) lalu. Adapun 15 jenis pelanggaran yang bakal ditindaklanjuti saat HBKB: Berjualan di zona merah, Merokok dan atau vaping, Membuang sampah sembarangan, Melakukan tindakan kriminal dan atau tindakan asusila, Membawa hewan peliharaan, Melakukan kegiatan politik atau berbau SARA, Melakukan kegiatan yang dapat mengganggu pergerakan pengunjung HBKB, Melakukan kegiatan dan menggunakan alat yang dapat yang dapat menimbulkan polusi udara, Memasukkan dan atau memarkirkan kendaraan di dalam koridor HBKB, Mengoperasikan kendaraan bermotor ke area HBKB, Jual-beli produk dan atau jasa (mengamen/mengemis/meminta sumbangan), Tanpa izin melakukan dan atau menyelenggarakan pertunjukan musik, talkshow, gimmick, dan sejenisnya, Tanpa izin melakukan dan atau menyelenggarakan hal yang melibatkan sponsorship, media promosi dalam bentuk flyering, leaflet, brosur, dan sejenisnya, Menyelenggarakan segala kegiatan yang mendukung kegiatan industri otomotif dan rokok, Memperdengarkan musik dengan suara keras melalui speaker yang dibawa/dipasang pada sepeda. ***

Prayan Purba

Komentar