Komisi II DPRD Kab. Bogor ‘Pelesir’ ke Labuan Bajo

Ilustrasi-Labuan Bajo nan indah.

CIBINONG-  Komisi II DPRD Kabupaten Bogor, dikabarkan bertolak ke Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kamis (18/3). Belum diketahui apa yang akan dilakukan para wakil rakyat tersebut.

Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Bogor, Lukmanudin Ar Rasyid tidak menampik maupun membenarkan keberangkatan mereka ke daerah wisata yang terkenal dengan keindahan pantainya itu.

“Ke ketua komisi ya,” kata Lukman saat ditanyakan soal agenda kunjungan ke Labuan Bajo melalui pesan singkat, Rabu (18/3).

Hal senada pun dengan anggota Komisi II lainnya, Usep Saepulloh. Dia mengaku bahwa hari Kamis ini, harus menghadiri sebuah acara di Bogor.

“Coba konfirmasi sama pimpinan komisi II ya,” kata Usep yang merupakan politisi PAN.

Sementara Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bogor, Leo Hananto Wibowo, tidak menjawab saat dihubungi lewat telepon maupun pesan singkat.

Gaungkan Pemulihan Ekonomi

DPRD Kabupaten Bogor, selama ini cukup lantang menyuarakan agar Pemkab Bogor memberi intervensi lebih pada penanganan kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Meski tidak dilibatkan dalam perubahan APBD 2021 parsial, DPRD sempat memberikan rekomendasi kepada Bupati Bogor agar menunda beberapa kegiatan perjalanan dinas dan pembangunan infrastruktur agar dialihkan untuk penanganan pandemi.

Seperti diungkapkan Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto meminta Pemkab Bogor merealokasi (refocussing) anggaran pengadaan alat peraga di sekolah untuk penanganan Covid-19.

Meski tidak merinci besaran anggaran yang telah disiapkan dalam APBD 2021, menurut Rudy pengadaan alat peraga tidak penting saat peserta didik tidak berkegiatan di sekolah selama pandemi.

“Kan awalnya memang masuk APBD karena asumsinya pandemi reda di tahun 2021. Tapi, ternyata ada beberapa kendala seperti bantuan keuangan dari pusat dan provinsi tidak masuk, jadi perlu refocussing,” kata Rudy, Rabu (10/2).

Rudy mengaku, DPRD tidak dilibatkan dalam penyusunan refocussing anggaran atau perubahan parsial ini. Namun, dia telah menyampaikan beberapa rekomendasi kepada Bupati Ade Yasin, salah satunya menggeser anggaran pengadaan alat peraga di sekolah. “Ya kan siswa tidak belajar di sekolah. Jadi untuk apa juga ada alat peraga. Ini bisa digeser. Kalau memang mendesak, nanti di APBD perubahan bisa dianggarkan kembali,” kata Rudy. ***

Prayan Purba

Prayan Purba

Tulis Komentar

WhatsApp