International Media

Minggu, 22 Mei 2022

Minggu, 22 Mei 2022

Kolonel Priyanto Dituntut Penjara Seumur Hidup dan Dipecat dari TNI AD

Kolonel Priyanto saat jalani persidangan.

JAKARTA – Oditur Militer menuntut Kolonel Priyanto pidana pokok penjara seumur hidup atas kasus pembunuhan berencana terhadap Handi (17) dan Salsabila (14) di Nagreg, Jawa Barat. Selain itu,  Kolonel Priyanto juga dituntut pidana tambahan, dipecat dari TNI AD.

“Kami mohon agar Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta, satu, menjatuhkan pidana terhadap Kolonel Priyanto tersebut dengan pidana pokok penjara seumur hidup dan pidana tambahan dipecat dari dinas kemiliteran TNI Angkatan Darat,” ujar Oditur Militer Tinggi II Jakarta, Kolonel Sus Wirdel Boy, saat membacakan tuntutan di Pengadilan Militer Tinggi II, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (21/4).

Wirdel mengungkapkan hal-hal  yang meringankan, Kolonel Priyanto bersikap berterus terang, belum pernah dihukum dan menyesali perbuatannya yang membuat proses persidangan berjalan cepat.

“Sementara yang memberatkan turut mengajak kedua anak buahnya,” kata Wirdel Boy.

Wirder Boy juga meminta kepada Pengadilan agar tetap melakukan penahanan terhadap Priyanto. Hal ini menyusul akan digelarnya sidang selanjutnya dengan agenda nota pembelaan yang digelar pada 10 Mei 2022.

Diketahui atas perbuatannya, Priyanto ditutunt dengan pasal berlapis sesuai dakwaan sebelumnya. Priyanto dituntut dengan Pasal 340 KUHP, 348 KUHP, Pasal 328 KUHP, Pasal 333 KUHP dan Pasal 181 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke1 KUHP.

Kolonel inf Priyanto merupakan terdakwa atas kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Handi dan Salsabila di kawasan Nagreg, Jawa Barat pada 8 Desember 2021 silam. Kasus bermula ketika Kolonel Priyanto bersama dua bawahannya yakni Koptu Ahmad Sholeh dan Kopda Andreas Dwi Atmoko menabrak dua sejoli tersebut menggunakan Mobil Panther Isuzu.

Alih-alih membawa korban ke rumah sakit untuk memberikan pertolongan, Priyanto justru berencana menghilangkan jejak korban dengan membuang korban di Sungai Serayu di Jawa Tengah. Belakangan diketahui Salsa dibuang ke sungai dalam kondisi meninggal dunia, sementara Handi sendiri masih dalam kondisi hidup.***

Osmar Siahaan

Komentar