KNPI Gelar Kongres Pasca-Pemecatan Ketum Haris Pertama

Suasana Rapat Pleno DPP KNPI di Hotel Grand Sahid Jaya, Rabu (10/3).

JAKARTA  – Komite Pemuda Nasional Indonesia (KNPI) bakal menggelar kongres, pasca pemecatan ketua umum organisasi tersebut, Haris Pertama.

Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama mengatakan, kongres tersebut diharapkan bisa menjadi pemersatu seluruh komponen KNPI.

“Kita akan menyiapkan kongres yang sesuai konstitusi AD/ART DPP KNPI. Sebelum diadakan kongres, kami akan melakukan tahapan rapat pimpinan paripurna nasional. Secepatnya akan kami agendakan,” ujar Haris, di Jakarta, Rabu (11/3).

Menurutnya, setiap keputusan tertinggi harus melalui mekanisme kongres, tidak bisa hanya segelintir orang membuat keputusan.

“Jangan langgar konstitusi,” kata dia lagi.

DPP KNPI menggelar rapat pleno di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Rabu (11/3). Ratusan perwakilan organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) yang tergabung di KNPI dan jajaran pengurus DPP KNPI hadir dalam acara itu.

Menurut Haris, pada rapat pleno tersebut diputuskan bahwa akan digelar kongres dalam waktu dekat. Selain itu, rapat juga menyepakati pemecatan oknum pengurus yang menggelar rapat pleno inkonstitusional beberapa waktu lalu. Termasuk menyepakati bahwa rapat ilegal tersebut cacat prosedur.

Haris Pertama menegaskan, rapat pleno yang digelar sejumlah pengurus DPP KNPI di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, adalah rapat ilegal. Apalagi dalam rapat tersebut tidak ada surat undangan kepada segenap pengurus DPP KNPI.

Oleh karena itu, rapat yang dihadiri tidak lebih dari 40 orang untuk memecat Haris dari jabatan Ketua Umum KNPI, dianggap tidak sah.

“Saya juga sebagai mandataris pleno tidak pernah mengetahui rapat pleno tersebut,” kata Haris Pertama.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP KNPI Rahmat Bastian mengaku bersyukur, rapat pleno berjalan baik dan menghasilkan keputusan yang bulat. Tidak ada perpecahan ataupun konflik.

“Haris Pertama tetap ketua umum kami,” ujarnya.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp