International Media

Senin, 8 Agustus 2022

Senin, 8 Agustus 2022

KNKT Masih Evaluasi Penyebab Kecelakaan Maut Truk Pertamina di Cibubur

KNKT masih selidiki penyebab kecelakaan truk pertamina Kecelakaan Truk Maut Pertamina, di Jalan Raya Alternatif Transyogi - Cibubur, Bekasi.

JAKARTA – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih mengevaluasi penyebab terjadinya kecelakaan truk Pertamina di CBD Cibubur, Bekasi, Jawa Barat, yang terjadi pada Senin (18/7).

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan analisa data yang didapat soal kecelakaan tersebut.

“Kita lagi evaluasi sama analisa data-data yang kami dapetin,” kata Soerjanto saaf dihubungi, Minggu (31/7).

Soerjanto mengaku belum bisa membuka data apa saja yang sedang diteliti oleh KNKT. Ia baru akan membuka hasil tersebut setelah selesai kajian. Namun, yang bisa dipastikan oleh Soerjanto adalah keberadaan lampu lalu lintas di kawasan kecelakaan itu menjadi salah satu faktor penyebab kecelakaan maut terjadi.

“Berkontribusi, menjadikan fatalitasnya semakin tinggi. Jadi bukan penyebab, berkontribusi,” ujarnya.

Ia pun menargetkan bisa menyampaikan penyebab kecelakaan yang melibatkan truk tanki PT Pertamina (Persero) paling lambat dua bulan dari sekarang.

“Kajiannya baru kita tahu seperti apa nanti, apakah memang mencukupi kajiannya atau ada yang kurang, nanti apa saran dan rekomendasinya untuk

perbaikannya,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi Dadang Ginanjar mengatakan, kecelakaan maut truk Pertamina di Cibubur bukan persoalan lampu merah semata. Hal ini disampaikan Dadang saat dijumpai di Alun-alun M. Hasibuan, Jalan Veteran, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jumat (29/7) lalu.



“Ini kan bukan soal lampu merah, ini soal kecelakaan. KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) kan sedang menginvestigasi,” kata Dadang dikutip dari Tribunjakarta.com.

Menurut Dadang, pembangunan lampu merah Cibubur CBD sudah memiliki analisa sebelum diuji coba dan beroperasi. Namun, dia tidak menjelaskan secara rinci analisa seperti apa yang telah dilakukan Dishub Kota Bekasi sebelum mengoperasikan lampu merah di simpang Cibubur CBD. Padahal, lampu merah di simpang Cibubur CBD tidak laik karena berada tepat di kontur jalan yang menurun.

 “Ada (analisa sebelum beroperasi),” ujar Dadang.

Osmar Siahaan

Komentar

Baca juga