International Media

Senin, 3 Oktober 2022

Senin, 3 Oktober 2022

KKP Turun Tangan Terkait Kebakaran 54 Kapal Nelayan di Pelabuhan Cilacap

Sebanyak 54 kapal nelayan terbakar di pelabuhan Cilacap.

JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak terkait insiden kebakaran sebanyak 54 kapal perikanan di Pelabuhan Wijayapura, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah.

Asisten Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Doni Ismanto mengatakan,  Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, merasda  prihatin atas bencana yang terjadi. Pihaknya telah memerintahkan jajarannya untuk membantu korban terdampak kebarakan tersebut.

“Pak Menteri ketika mendapatkan laporan ini langsung memerintahkan jajaran terkait untuk membantu para ABK dan nelayan yang terkena dampak dari musibah ini. Tim dari KKP diminta all out untuk membantu para korban,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (6/5).

Trenggono dikatakannya meminta adanya evaluasi dan pengawasan ketat operasional di pelabuhan perikanan agar peristiwa sama tak terulang di masa depan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perikanan Tangkap M. Zaini Hanafi mengatakan hingga saat ini tercatat ada 54 unit kapal perikanan yang terbakar. Dari jumlah tersebut 41 unit tercatat aktif dan memiliki awak kapal perikanan. Sementara 13 unit kapal sisanya belum memiliki awak kapal perikanan.

“Dari informasi yang dihimpun tim di lapangan, 13 kapal yang belum ada awak kapalnya itu ada 2 kapal milik Dinas Perikanan Kabupaten Cilacap, 10 unit kapal baru dan 1 kapal wisata,” jelasnya. Selain itu, sebanyak 547 awak kapal perikanan ikut terdampak insiden terbakarnya kapal perikanan yang terjadi di Dermaga Wijayapura, Cilacap ini. Sementara 1 orang mengalami luka bakar dan mendapat perawatan di RSUD Cilacap.

Adapun pemadaman kebakaran kapal perikanan berhasil dilakukan oleh tim Damkar Pemda, Damkar pelindo, Pertamina RU IV Cilacap, BPBD Cilacap, Basarnas Cilacap, Aparat TNI, Polri, UPT Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dinas dan Pemerintah Daerah setempat serta masyarakat nelayan. Sedangkan evakuasi bangkai kapal tengah dilakukan para pemilik kapal beserta DPC HNSI Kabupaten Cilacap yang juga memerlukan dukungan berbagai pihak.

Diketahui, penyebab terjadinya kebakaran tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh Tim Inafis dan Labfor Polda Jawa Tengah. Namun berdasarkan informasi yang diterima di lapangan, kebakaran diduga berawal dari adanya ledakan pada KM. Pas Mantap 02 milik Edy Saputra yang pada saat itu sedang melaksanakan perbaikan dan pencucian dinamo kapal.

“Kami terus mengimbau agar perbaikan kapal tidak dilakukan di kolam labuh. Pengawasan akan terus kami tingkatkan di pelabuhan perikanan yang untuk mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari,” ujar Zaini.

Tim di lapangan disebutnya sudah mendata ABK yang terdampak kebakaran kapal tersebut dan akan memberikan bantuan untuk dapat meringankan beban para ABK tersebut. Kedepannya, kata dia, para ABK ini dapat disalurkan untuk bekerja pada kapal-kapal perikanan yg akan beroperasi dengan skema kebijakan penangkapan ikan terukur.

Zaini juga mengatakan perbaikan dan pengembangan pelabuhan perikanan di Cilacap akan terus dikembangkan. Mengingat penambahan unit kapal perikanan juga terjadi setiap tahunnya.

“Kolam pelabuhan perikanan di unit pelaksana teknis (UPT) Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Cilacap memang sudah penuh, sehingga ada kapal yang tambat di tempat lain. Kita akan segera fasilitasi ini dengan melibatkan berbagai pihak,” ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Wahyu Trenggono mengatakan KKP akan mengembangkan PPS Cilacap menjadi eco fishing port (pelabuhan perikanan berwawasan lingkungan) yang menjadi salah satu program prioritas KKP. Pendanaannya akan dilakukan melalui pinjaman atau hibah luar negeri (PHLN) yang difasilitasi oleh the Agence Française de Développement (AFD).***

Osmar Siahaan

Komentar

Baca juga