KKP Buru Truk yang Bawa Kabur Barang Bukti Kasus Korupsi di Ditjen Pajak

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri.

JAKARTA  – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih memburu truk yang diduga membawa kabur barang bukti dalam kasus korupsi terkait pajak pada Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri menegaskan, pihaknya

menampung semua informasi dari masyarakat ataupun pihak lainnya yang mengetahui keberadaan truk yang berisi barang bukti tersebut

“Semua informasi kita respon prinsipnya adalah KPK tetap melakukan pencarian terhadap barbuk, KPK tetap bekerja mengumpulkan keterangan-keterangan saksi sehingga dengan bukti tersenut akan muncul terangnya suatu perkara pidana dan kita menemukan tersangkanya,” kata Firli di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (13/4).

Selain menangkap para tersangka, KPK juga akan menindak pihak-pihak yang diduga terlibat dalam upaya pelarian barang bukti dalam perkara ini.

“Tentu tersangka korupsi itu tidak hanya merugikan uang negara tetapi ada juga kejahatan 2 lain berupa suap menyuap, pemerasan, dan tindak pidana lain, termasuk juga para pihak yang melakukan merintangi menghalangi menggagalkan penyelidikan penuntutan tindak pidana korupsi itu pasti kita tangani,” tegas Firli.

Sebelumnya, KPK menginformasikan dugaan barang bukti terkait penyidikan dugaan tindak pidana korupsi berupa suap terkait pajak pada Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dibawa kabur menggunakan truk.

Hal itu didapati usai tim penyidik KPK melakukan penggeledahan di kantor PT Jhonlin Baratama dan sebuah lokasi di kecamatan Hampang Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan,  Jumat (9/4) lalu.

Juru Bicara KPK Ali Fikri, sebelumnya mengatakan Tim Penyidik KPK pernah mendapatkan informasi dari masyarakat adanya mobil truk di sebuah lokasi di Kecamatan Hampang, Kabupaten Kota Baru, Kalimantan Selatan (Kalsel), yang diduga menyimpan berbagai dokumen terkait perkara yang sedang dilakukan penyidikan tersebut.

“Namun setelah tim penyidik KPK datangi lokasi, truk tersebut sudah berpindah tempat dan saat ini kami sedang melakukan pencarian,” tambah Ali.

KPK pun berharap kepada semua pihak yang diduga terlibat membawa kabur barang bukti itu agar segera menyerahkan diri. Dan juga mengharapkan partisipasi masyarakat untuk segera melaporkan kepada KPK melalui call center 198 atau melalui email [email protected] apabila melihat dan menemukan keberadaan dari mobil truk tersebut.

“Kami ingatkan kembali kepada pihak tertentu yang terkait dengan perkara ini tentang ketentuan Pasal 21 UU Tipikor yang telah dengan tegas memberikan sanksi hukum bagi pihak-pihak yang diduga dengan sengaja mencegah, merintangi atau menggagalkan proses penyidikan yang sedang berlangsung,” tegas Ali.

Sebelumnya, tim penyidik KPK pada Jumat (9/4) melakukan penggeledahan di 2 lokasi yakni kantor PT Jhonlin Baratama dan sebuah lokasi di kec Hampang Kab. Kotabaru Kalsel.

Tim penyidik tidak menemukan barang bukti dalam penggeledahan tersebut. KPK mensinyalir barang bukti dihilangkan.

“Di dua lokasi tersebut, tidak ditemukan bukti yang dicari oleh KPK karena diduga telah sengaja dihilangkan oleh pihak-pihak tertentu,” kata Ali.

KPK pun mengingatkan kepada pihak-pihak khususnya PT Jhonlin Baratama agar bersikap kooperatif terkait penyidikan dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji terkait dengan pemeriksaan perpajakan tahun 2016 dan 2017 itu. “KPK mengingatkan kepada pihak-pihak yang dengan sengaja mencegah, merintangi atau menggagalkan proses penyidikan yang sedang berlangsung dapat diancam pidana sebagaimana ketentuan Pasal 21 UU Tipikor,” tegas Ali.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp