International Media

Jumat, 30 September 2022

Jumat, 30 September 2022

Ketua Dewan Pers Azyumardi Azra Meninggal di RS Kedah Malaysia

Ketua Dewan Pers, Prof Azyumardi Azra semasa hidup.

JAKARTA – Ketua Dewan Pers Azyumardi Azra meninggal dunia, Minggu (18/9). Informasi dari Wakil Ketua Dewan Pers M Agung Dharmajaya, Azyumardi Azra meninggal di Rumah Sakit Kedah Selangor, Malaysia.

“Innalillahi wa innalillahi rojiun. Telah meninggal dunia Ketua Dewan Pers dan Guru Besar UIN Jakarta Prof. Dr. Azyumardi Azra di Rumah Sakit Kedah, Selangor Malaysia,” kata Agung dalam keterangannya, Minggu (18/9).

Agung berkata, Azyumardi mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 12.30 WIB.

“Perihal pemakaman, rumah duka dan informasi lebih lanjut akan disampaikan kemudian,” ucapnya.

“Semoga almarhum mendapat tempat yg mulia di sisi Allah dan keluarga yg ditinggalkan diberikan ketabahan, aamiin,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Azyumardi Azra adalah Ketua Dewan Pers untuk periode 2022-2025. Pria kelahiran Padang Pariaman, 4 Maret 1955 ini dikenal sebagai cendekiawan Muslim yang telah lama berkiprah di dunia pendidikan.

Sejak 1998 hingga 2006, Azyumardi Azra menjabat sebagai Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Seusai merampungkan amanah sebagai rektor, lelaki yang memiliki sapaan akrab Prof Azra ini menjadi Direktur Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah, periode 2006-2015.

Sebagai akademisi, latar belakang akademik yang dimiliki Azyumardi Azra tentu tak perlu diragukan. Ia memulai pendidikan S1 di Fakultas Tarbiyah IAIN Jakarta di tahun 1982. Ia kemudian menerima beasiswa Fullbright, sehingga dapat melanjutkan kuliah S2 pada Departemen Bahasa dan Budaya Timur Tengah di Columbia University. Tahun 1988, ia berhasil mendapat gelar MA.

Masih di universitas yang sama, Azyumardi menempuh studi di Departemen Sejarah dengan beasiswa Columbia President Fellowship yang diterimanya dari Columbia University. Ia meraih gelar MA keduanya pada 1989. Pada 1992, Azyumardi memperoleh gelar Master of Philosophy (M.Phil) dari Departemen Sejarah, Columbia University. Bukan hanya itu, gelar Doctor of Philosophy Degree juga mampu ia raih dari kampus tersebut.

Usai menimba ilmu di Amerika Serikat, Azyumardi kembali ke Tanah Air. Ia lalu mendirikan jurnal studi Islam bernama Studia Islamika pada 1993, sekaligus menjadi pemimpin redaksinya.

Pada 1994-1995, ia mengunjungi Southeast Asian Studies di Oxford Centre for Islamic Studies, Oxford University, Inggris, sambil mengajar sebagai dosen di St. Anthony College. Kemudian pada 1997, ia pernah menjadi profesor tamu pada Universitas Filipina dan Universitas Malaya, Malaysia.

Sebelum menempati posisi Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Azyumardi Azra menapaki kariernya di kampus tersebut sebagai dosen Fakultas Adab dan Fakultas Tarbiyah pada 1992, lalu menjadi Guru Besar Sejarah Fakultas Adab dan Pembantu Rektor I pada 1998. Ia pernah pula menjadi Professor Fellow di Universitas Melbourne, Australia (2004-2009), sebagai orang Asia Tenggara pertama yang didapuk posisi tersebut.

Selain itu, ia juga menjadi anggota Dewan Penyantun (Board of Trustees) International Islamic University Islamabad Pakistan (2004-2009). Beberapa penghargaan pernah diraih oleh Azyumardi. Antara lain, Penulis Paling Produktif dari Penerbit Mizan, Bandung tahun 2002 dan Sarwono Prawirohardjo Memorial Lecture (SML) dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada 2017. Sedangkan di tahun 2010, ia menerima gelar kehormatan dari Kerajaan Inggris, yakni Commander of the Order of British Empire. (Diolah dari berbagai sumber/Tika Vidya Utami/Litbang MPI). ***

Osmar Siahaan

Komentar

Baca juga