Keterlaluan, Rumah Pengungsi Erupsi Gunung Semeru Dijarah

Petugas BPBD bantu evakuasi barang berharga warga.

MALANG- Ribuan rumah korban erupsi Gunung Semeru banyak dijarah. Barang-barang yang dijarah berupa peralatan rumah tangga hingga ternak.
Rumah yang menjadi sasaran penjarahan tersebar di 7 desa dari 2 kecamatan. Kondisi itu membuat nasib korban erupsi Gunung Semeru semakin mengenaskan.
“Ternak yang dijarah itu seperti ayam, sedangkan sapi atau kambing tidak ada (Penjarahan). Kompor juga banyak yang diambili. Mereka, banyak yang mengeluh kalau rumahnya dijarah,” kata seorang personel BPBD Kabupaten Malang, Sarianto, Kamis (9/12).
Sarianto menjelaskan, penjarahan tersebut baru diketahui saat BPBD Kabupaten Malang sedang melakukan pendampingan warga saat mengevakuasi barang-barangnya yang berada di dalam rumah, Senin (6/12), lalu.
“Kalau laporan enggak ada, hanya saja mereka (Warga) mengeluh,” jelas Sarianto.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, lanjut Sarianto, BPBD Kabupaten Malang dan BPBD Kota Batu dengan sejumlah relawan, bersiaga di lokasi hingga malam hari.
“Kami juga menghalau warga atau masyarakat yang datang karena ingin melihat lokasi terdampak atau warga yang ingin selfie di lokasi kejadian. Jadi seperti memblokade,” ungkapnya.
“Saat ini warga masih trauma. Biasanya mereka (Warga) siang itu kembali ke rumahnya. Lalu beranjak sore kembali ke pengungsian atau ke sanak keluarganya,” sambungnya.
Hingga saat ini warga yang rumahnya terdampak abu vulkanik akibat erupsi Gunung Semeru masih enggan kembali ke rumahnya masing-masing.***

Prayan Purba

Prayan Purba

Tulis Komentar

WhatsApp