Tuesday, 05 March 2024

Search

Tuesday, 05 March 2024

Search

Kemenperin dan Dubai Health Authority Perkuat Kerja Sama Industri Alat Kesehatan

Special Advisor DHA, H.E. Dr. Younis Mohammed Kazim. (dok Kemenperin)

JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengoptimalkan gelaran Arab Health 2024 untuk memperkuat kerja sama di sektor industri alat kesehatan, salah satunya dengan pihak Dubai Health Authorithy (DHA). DHA merupakan bagian dari pemerintah wilayah Dubai yang mengawasi pelayanan sektor kesehatan dan membawahi puluhan klinik dan rumah sakit terkemuka di wilayah tersebut.

Jalinan kerja sama ini diharapkan dapat membuka peluang bagi para industri alat kesehatan Indonesia untuk memperluas pangsa ekspornya ke Dubai.  Arab Health 2024 berlangsung pada tanggal 29 Januari-1 Februari 2024 di World Trade Center Dubai.

“Industri dalam negeri memiliki kemampuan untuk memproduksi alat kesehatan berkualitas tinggi dan berstandar ekspor, seperti produk hospital furniture, alat suntik, apparatus diagnosis elektronik, hingga oxygen therapy machine. Produk-produk tersebut telah menembus pasar internasional dengan nilai ekspor sepanjang tahun 2023 mencapai USD209,4 juta,” kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Taufiek Bawazier saat membuka Forum Bisnis Alat Kesehatan di Dubai, Selasa (30/1).

Di pameran Arab Health 2024, Kemenperin mengajak 19 industri alat kesehatan dalam negeri untuk memamerkan berbagai produk unggulannya. Selain itu, Kemenperin juga mengadakan Forum Bisnis Alat Kesehatan sebagai kesempatan untuk memberikan penjelasan dan informasi mengenai kemampuan dan kualitas produk alat kesehatan Indonesia di mata dunia.

Sebagai contoh, operating table produksi PT. Mega Andalan Kalasan (MAK) asal Yogyakarta yang telah diekspor ke 51 negara, di antaranya Tanzania, dan Republik Ceko. Hal ini menjadikan Dubai yang merupakan hub internasional memiliki peran penting dalam peningkatan ekspor produk alat kesehatan. Begitu pula dengan produk alat suntik buatan PT. Oneject Indonesia, yang memiliki kapasitas produksi sebanyak 1,2 miliar unit per tahun dan telah diekspor ke negara-negara Afrika.

Pada rangkaian acara ini, Dirjen ILMATE Taufiek Bawazier bertemu dengan Special Advisor DHA, H.E. Dr. Younis Mohammed Kazim dan berdiskusi mengenai potensi alat kesehatan asal Indonesia untuk bekerjasama dengan otoritas kesehatan di Dubai. Dalam sambutannya pada Forum Bisnis Alat Kesehatan, Kazim menyampaikan bahwa Dubai memiliki 52 rumah sakit bertaraf internasional dan akan membangun setidaknya empat rumah sakit baru pada tahun 2024.

“Saya percaya bahwa industri alat kesehatan di Indonesia akan berkembang pesat di masa mendatang, apalagi jika melihat potensi Indonesia dengan jumlah penduduk yang mencapai 270 juta jiwa. Dubai memiliki kemiripan dengan Indonesia dalam pengembangan sektor kesehatannya dan saya yakin Indonesia juga mampu sukses dalam mengelola pelayanan kesehatan bagi warganya,” papar Kazim di hadapan pelaku usaha sektor kesehatan Indonesia.***

Vitus DP

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media