International Media

Jumat, 30 September 2022

Jumat, 30 September 2022

Kemenkes Targetkan 4,6 Juta Imunisasi PCV untuk Lindungi Anak Indonesia dari Pneumonia

JAKARTA(IM)-  Kementerian Kesehatan Republik Indonesia berupaya memberikan perlindungan terhadap anak-anak di Indonesia dari Pneumonia dengan menargetkan 4,6 juta imunisasi PCV. 

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, Maxi Rein Rondonuwu mengutarakan bahwa vaksin tersebut disebar di seluruh Indonesia. 

Untuk diketahui, vaksin Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) digunakan untuk melindungi anak dan balita dari penyakit berbahaya termasuk pneumonia atau radang paru.

“Hari ini kita mencanangkan imunisasi PCV secara nasional dengan sasaran sekitar 4,6 juta anak di seluruh Indonesia,” ungkap Maxi  seperti dikutip di laman Kemenkes,  Kamis (15/9). Menurutnya, PCV di beberapa daerah terbukti aman dan efektif menurunkan kasus baru pneumonia. 

Sayangnya, cakupannya masih sangat rendah. Pada pelaksanaannya, penyuntikan imunisasi PCV dilakukan dengan cara intramuskular atau injeksi di bagian paha kiri dengan dosis 0,5 ml. 

Pemberian imunisasi PCV diberikan sebanyak 3 dosis yakni saat anak berusia 2 bulan, 3 bulan dan 12 bulan sebagai imunisasi lanjutan. Sehubungan dengan ketersediaan vaksin PCV, Maxi memastikan kecukupan stok dan distribusi terjaga seiring dengan pencanangan nasional imunisasi PCV.

Kebijakan pemberian imunisasi PCV di Indonesia ini sendiri telah dimulai sejak 2017 di beberapa kabupaten di Lombok Barat dan Lombok Timur. 

Kemudian 2021, pemberian imunisasi PCV diperluas di beberapa provinsi di antaranya NTB, Bangka Belitung dan beberapa kabupaten/kota di Jawa Barat dan Jawa Timur. 

“Harapan kami seluruh provinsi sampai kabupaten/kota bisa melaksanakan imunisasi PCV ini, sehingga kami harapkan seperti daerah-daerah di NTB yang sudah melaksanakan imunisasi PCV, angka kesakitan dan angka kematian karena pneumonia menurun drastis,” tuturnya.
Para orang tua perlu tahu, imunisasi PCV bisa dilakukan di Posyandu, Puskesmas maupun fasilitas pelayanan kesehatan lainnya seperti rumah sakit, klinik, praktik mandiri dokter, hingga praktik mandiri bidan.

Frans Gultom

Komentar

Baca juga