Kemendag Ajak Pemangku Kepentingan Bersiap Manfaatkan IA-CEPA

Jerry Sambuaga. (foto ist)

JAKARTA – Kementerian Perdagangan mengajak seluruh pemangku kepentingan bersiap dalam menghadapi implementasi Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).

Hal  itu disampaikan Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga dalam Forum Pengembangan Ekspor Nasional dan Sosialisasi Hasil Perundingan Perdagangan Internasional IA-CEPA kemarin, Selasa (23/3) yang digelar secara hibrida di JHL Solitaire Gading Serpong, Tangerang, Banten.

“Selain meningkatkan pemahaman, forum sosialisasi diharapkan dapat menghimpun masukan untuk menyinergikan kebijakan perdagangan pusat dan daerah dalam rangka percepatan pembangunan daerah melalui peningkatan ekspor nonmigas,” jelas  Jerry seperti dilansir dari laman Kemendag, Rabu (24/3).

Pandemi Covid-19 menyebabkan perekonomian melambat di berbagai negara. Untuk itu, Presiden RI Joko Widodo meminta Kemendag untuk mempercepat penyelesaian perundingan dengan negara-negara potensial sebagai agenda prioritas. Di masa-masa seperti ini, Wamendag Jerry menegaskan, Indonesia membutuhkan pasar ekspor baru.

 “Kemendag akan memonitor, memelihara, dan menjaga perundingan-perundingan perdagangan, khususnya IA-CEPA, agar implementasinya berjalan baik. Selain itu, Kemendag akan memfasilitasi UMKM untuk dapat memanfaatkan berbagai perundingan perdagangan internasional,” papar Jerry.

Ia menambahkan, Kemendag tengah berfokus pada penyelesaian perundingan dan membuka kerja sama dengan negara-negara nontradisional. Sebanyak 22 perjanjian dagang dengan negara mitra telah diselesaikan, 13 mulai berlaku, dan 9 dalam proses ratifikasi. Indonesia juga sedang merundingkan 8 perjanjian perdagangan dan meninjau ulang 3 perjanjian yang sudah berlaku.

Untuk mendiversifikasi pasar ekspor dan mengurangi eksternalitas ekonomi negara mitra terhadap neraca perdagangan Indonesia, Kemendag juga sedang menjajaki 21 perjanjian baru. Sebanyak 18 di antaranya merupakan perjanjian bilateral dengan negara mitra nontradisional di kawasan Afrika, Amerika Latin, Eropa Timur dan Pasifik.

Dalam kegiatan tersebut, Jerry juga menyerahkan piagam penghargaan untuk PT Villar Swargi Internusa dengan komoditas biji vanila yang telah memanfaatkan skema preferensi ASEANIndia FTA Surat Keterangan Asal (SKA) AI. Dengan skema tersebut, tarif bea masuk biji vanila menjadi lebih rendah dibandingkan dengan tarif most favoured nation (MFN).

Turut hadir dalam forum sosialisasi itu antara lain Asisten Pemerintahan Setda Banten Sapto Kalnadi, Wakil Ketua Komisi VI DPR Aria Bima, dan asosiasi pelaku ekspor-impor. Sementara itu, Sekretaris Ditjen PEN Kemendag Ganef Judawati, Koordinator Bidang Asia Tenggara dan Pasifik Ditjen Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag Nina Damajanti, dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banten Babar Suharso hadir menjadi narasumber dalam diskusi. ***

Vitus Dotohendro Pangul

Vitus Dotohendro Pangul

Tulis Komentar

WhatsApp