Keluarga Korban Minta Pelaku Serial Killer di Bogor Dihukum Mati

Rian, pelaku pembunuh berantai di Bogor

BOGOR – Keluarga DP (17),salah satu korban pembunuhan berantai atau serial killer  di Bogor, meminta kepada penegak hukum supaya pelaku MRI alias Rian (21),  dihukum mati.

Hal itu diungkapkan Banggua Tambunan, perwakilan keluarga sekaligus kuasa hukum  keluarga DP.

Menurutnya, meski saat ini proses hukum terhadap pelaku serial killer ini masih dalam tahapan penyidikan, pihak keluarga tetap menyampaikan rasa terima kasih kepada aparat kepolisian karena telah menangkap pelaku.

”Kami berharap hukuman diberikan seberat mungkin. Jadi disampaikan bahwa seberat mungkin, hukuman mati,” kata Banggua, Minggu pagi tadi.

Pihak keluarga juga  membantah jika DP  sebelum meninggal terlibat dalam prostitusi online, sebab selama ini korban dikenal sebagai siswi yang baik.

“Saya rasa itu dalam proses penyelidikan ya. Tentunya, kami keluarga membantah hal tersebut,” tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pelaku pembunuhan berantai, Rian diamankan di Depok pada Rabu 10 Maret 2021 malam.

Rian diduga telah melakukan pembunuhan berantai terhadap DP (17) yang mayatnya dibungkus dalam plastik dan dibuang ditepi Jalan Raya Cilebut, Kelurahan Sukaresmi, Tanah Sareal, Kota Bogor pada 25 Februari 2021.

Sepekan kemudian, Rian juga menghabisi EL (23) yang mayatnya dibuang di area perkebunan Gunung Geulis, Megamendung, Kabupaten Bogor dan ditemukan pada Selasa 9 Maret 2021.

Kuasai Harta Korban

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro sebelumnya menjelaskan Rian membunuh kedua wanita yang ditemukan di dua lokasi berbeda yakni Cilebut, Tanah Sareal, Kota Bogor dan Gunung Geulis, Megamendung, Kabupaten Bogor adalah ingin menguasai barang milik korban.

“Untuk motifnya, pelaku ingin menguasai barang berharga milik korban dan kencan. baik yang pertama (TKP di Kota Bogor) maupun korban yang kedua (TKP di Kabupaten Bogor),” kata Kombes Pol Susatyo dalam keterangan persnya di Mapolresta Bogor Kota, Kamis (11/3).

Meski demikian, pihaknya tidak berpuas diri dengan pengakuan tersangka, saat ini pihaknya masih mengembangkan dan menelusuri jejak digital tersangka.

“Khawatir ada korban lain, kita masih mendalam motif lainnya dengan memeriksa atau menelusuri jejak digital dari tersangka dan saat ini barang bukti dari korban yang pertama (mayat wanit dalam plastik),” ungkapnya..

Di hadapan petugas, pelaku juga mengaku tidak jera dan menyesal membunuh korban yang pertama, sehingga perbuatan sadisnya ia lakukan terhadap korban yang kedua.

“Secara hasil interogasi, tersangka tidak jera dengan melakukan pembunuhan yang pertama. Bahkan, tersangka menikmati (menyetubuhi) pada korban pembunuhan kedua,” katanya.

Tak hanya itu, dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan tes urine sebelum menghabisi nyawa korbannya tesangka diduga menggunakan narkoba.

“Itu terbukti dengan tes urine yang dijalaninya positif narkoba,” tegasnya.

Ia menegaskan pelaku layak disebut sebagai pembunuh biadab seperti dalam film serial killer. “Yang kami duga berperilaku layaknya serial killer atau pembunuhan berantai,” katanya.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp