Sunday, 19 May 2024

Search

Sunday, 19 May 2024

Search

Keluarga Besar MATAKIN Selenggarakan Perayaan Tahun Baru Imlek 2574 Kongzili Tingkat Nasional

Menko PMK Muhadjir Effendy, Menag Yaqut Cholil Qoumas, Jimly Asshiddiqie, Agus Harimurti Yudhoyono, Xs. Budi S. Tanuwibowo beserta jajaran dan tokoh lainnya berfoto bersama.

JAKARTA—Keluarga besar MATAKIN (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia), Kamis (26/1) sore lalu menyelenggarakan Perayaan Tahun Baru Imlek 2574 Kongzili Tingkat Nasional di Gedung Sasana Kriya Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.

Pada perayaan Hari Raya Tahun Baru Imlek Tingkat Nasional kali ini, MATAKIN mengangkat tema “Teraturnya Negara Sesungguhnya Berpangkal pada Keberesan dalam Rumah Tangga”.

Menko PMK Muhadjir Effendy menerima karangan bunga dari perwakilan pengurus MATAKIN.

Hadir pada acara tersebut, antara lain Menko PMK (Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan) Muhadjir Effendy, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketua Umum MATAKIN Xs. Budi S. Tanuwibowo beserta jajaran pengurus pusat dan daerah, tokoh lintas agama, serta ribuan umat Khonghucu.

Ada pula sejumlah tokoh Tionghoa, antara lain Ketua Umum Perhimpunan INTI (Indonesia Tionghoa) Teddy Sugianto, Wakil Ketua Umum Edi Yansah, Harris Chandra, dan Justina Kasman.

Jimly Asshiddiqie berfoto bersama Teddy Sugianto, Edi Yansah, Harris Chandra, Justina Kasman dan pengurus MATAKIN.

         Dalam sambutannya, Ketua Umum MATAKIN Xs Budi S Tanuwibowo menyampaikan tema “Teraturnya Negara Sesungguhnya Berpangkal pada Keberesan dalam Rumah Tangga” ini sejalan dengan bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

         “Kami senang sekali ketika diajak bekerjasama dengan Kemenko PMK untuk Gerakan Revolusi Mental. Kami sadar bahwa sebuah bangsa sekaya apapun punya sumber daya sebanyak apapun kalau manusianya kerdil dan jiwanya dangkal tentu akan sulit membangun dan kita yakin Pancasila itu senapas, selaras 100 persen dengan ajaran Khonghucu,” kata Budi.

Pertunjukan drama singkat yang mengangkat tema tentang keluarga.

         Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan bahwa tema perayaan Hari Raya Imlek tahun ini relevan dengan yang sedang diupayakan pemerintah, yaitu penanganan kemiskinan ekstrem.

         Muhadjir menjelaskan, teraturnya negara, tercapainya cita-cita menjadi negara maju, pangkalnya adalah dengan menangani keluarga miskin ekstrem. Dia menyampaikan bahwa saat ini pemerintah terus berupaya supaya kemiskinan ekstrem entas sampai 0 persen.

         Menko PMK lebih lanjut memaparkan, berdasarkan data World Bank, tingkat kemiskinan ekstrem Indonesia tahun 2019 adalah 2.7%. Pemerintah juga mencatat tingkat kemiskinan ekstrem tahun 2022 sebesar 2.07 persen.

Atraksi wushu, liong dan barongsai.

“Angka 2.07 persen ini ada sekitar 5.400.000 penduduk Indonesia dalam kemiskinan ekstrem, atau sekitar 1.400.000 keluarga, yang berada dalam miskin ekstrem,” ucap Menko Muhadjir.

         Dia mengungkapkan, pemerintah menargetkan agar kemiskinan ekstrem mencapai 0 persen pada tahun 2024.

Berbagai upaya telah dilakukan, seperti pembangunan basis data untuk ketepatan target serta integrasi, kolaborasi dan intervensi untuk peningkatan efektivitas program.

         Menko Muhadjir menegaskan, kemiskinan juga bisa menyebabkan kekacauan dan ketidak teraturan negara. Kemiskinan adalah sumber dari berbagai macam petaka, ketidak beresan, dan perilaku menyimpang.

Ribuan umat Khonghucu mengikuti perayaan tahun baru Imlek.

         “Tidak akan cukup penanganan hanya dilakukan pemerintah. Tetapi akan sangat menyelesaikan masalah apabila kita saling bahu membahu. Jadi seandainya dari MATAKIN akan bakti sosial untuk membantu keluarga miskin tinggal datang ke lurah desa pasti akan diberikan data kemiskinan ekstrem di desa,” ungkapnya.

         “Saya berharap target kemiskinan ekstrem 0 persen dapat dicapai dengan dukungan oleh semua pihak termasuk dari MATAKIN,” tambah Menko PMK. ***

Sukris Priatmo

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media