International Media

Rabu, 5 Oktober 2022

Rabu, 5 Oktober 2022

Kelompok NII Diduga Telah Cuci Otak 77 Anak di Bawah Umur untuk Dibaiat

Polisi tangkap 3 orang yang mengaku jenderal NII.

JAKARTA – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menyatakan, kelompok Negara Islam Indonesia (NII) diduga telah melakukan cuci otak kepada anak-anak di bawah umur untuk dibaiat atau disumpah setia.

“Ditemukannya 77 orang anak di bawah umur yang dicuci otak dan dibaiat untuk sumpah kepada NII,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan di Jakarta, Selasa (12/4).

Tak hanya itu, kata Ramadhan, terdapat juga 126 orang yang saat ini sudah dewasa namun direkrut oleh NII ketika masih berusia belasan tahun. Oleh sebab itu, Polri berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk dapat mengembangkan jaringan tersebut.

Dia menjelaskan bahwa NII merupakan kelompok yang memiliki struktur organisasi yang rapih serta sistematis. Menurutnya, untuk bergabung dengan kelompok ini harus melalui empat tahap perekrutan yang disebut sebagai pencorakan.

“Selain itu, setiap calon warga harus melalui tiga tahap baiat,” ucap Ramadhan.

NII DISEBUT memiliki ancaman teror yang besar. Misalnya, mereka memiliki keinginan untuk mengubah ideologi Pancasila dengan ideologi lain. Selain itu, jaringan ini berhubungan langsung dengan kelompok teroris yang ada di Jakarta, Jawa Barat dan Bali.

“Dari serangkaian rencana tersebut juga, adanya upaya serangan teror yang tertuang dalam wujud perintah. Mempersiapkan senjata tajam yang disebutkan dengan nama golok dan mencari para pandai besi,” ucap Ramadhan.

Rencana NII dianggap selaras dengan temuan sejumlah alat bukti ketika polisi melakukan penangkapan. Densus telah  menyita senjata tajam seperti satu bilah pisau karambit, satu bilah golok, dua bilah sangkur, satu bilah kapak, satu bilah pisau cutter.

“Jaringan NII sudah masif di Indonesia antara lain Jakarta, Tangerang, Jawa Barat, Bali, Sulawesi, Maluku dan Sumbar,” ucap Ramadhan.

Sebelumnya, pada Minggu (3/4) lalu, tim Densus 88 Antiteror  Polri menangkap lima tersangka teroris di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel). Kelimanya merupakan jaringan dari NII.

“Penangkapan tersebut terhadap 5 tersangka teroris yang merupakan kelompok jaringan teroris NII,” kata Ramadhan kepada awak media, Jakarta, Rabu (6/4).

Penangkapan ini merupakan pengembangan dari penyidikan tindak pidana terorisme di wilayah Sumatera Barat (Sumbar) beberapa waktu lalu.

“Ini merupakan hasil pengembangan penangkapan yang dilakukan di wilayah Sumatera Barat,” ujar Ramadhan. Diketahui, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri telah menangkap 16 tersangka teroris kelompok Negara Islam Indonesia (NII), di wilayah Sumatera Barat (Sumbar).***

Osmar Siahaan

Komentar

Baca juga