International Media

Minggu, 7 Agustus 2022

Minggu, 7 Agustus 2022

Kelenteng Tempat Ibadah Utama Umat Khonghucu

JAKARTA–Kelenteng sebagai tempat ibadah umat Khonghucu sudah sejalan dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku yakni Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan pasal 46.

         Ketika Kelenteng Kwan Sing Bio dan Tjoe Ling Kiong Tuban didaftarkan sebagai  Rumah Ibadah Agama Buddha tahun 2020, oleh Pengadilan  Tata Usaha Negara melalui putusannya No.177/G/2020/PTUN-JKT, tertanggal 02 Maret 2021 diperintahkan kepada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI untuk dicabut.

Dan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha mematuhi putusan PTUN dengan membatalkan pendaftaran sebagai rumah ibadah agama Buddha melalui Surat tertanggal 25 Maret 2021.

Oleh karena itu umat Khonghucu tetaplah berpegang pada peraturan perundang-undangan yang berlaku dan tidak terpengaruh ada nya berita-berita di media yang beredar.

Demikian disampaikan oleh perwakilan Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN), saat menghadiri undangan Zoom dari Bidang Perbukuan Kemendikbud (cq. Anindito Aditomo, Kepala Badan Standar, Kurikulum & Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek) melalui aplikasi Zoom Meeting Kementerian Agama yang menaungi tiga agama Hindu, Buddha dan Khonghucu dan Majelis Agama yang terkait, pada Jumat (29/7) lalu.

Untuk Khonghucu diwakili oleh Suparno dari Pusbimdik Khonghucu, dan dari Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) diwakili antara lain Ws. Chandra Setiawan, Ws. Urip Saputra, Ibu Lanny Guito, Js. Yugi Yunardi.

Maksud dari rapat di atas adalah Pemerintah memberikan kesempatan kepada Otoritas masing-masing agama untuk melakukan revisi terhadap deskripsi agamanya masing-masing yang terdapat dalam Buku PPKn Kelas VII Kurikulum Merdeka pada halaman 79.

Tentu dari Matakin menyambut baik dikarenakan deskripsi terhadap Khonghucu tidak seluruhnya tepat, seperti penulisan tentang kapan Agama Khonghucu berkembang dan tidak disebutkannya Kitab Suci Agama Khonghucu.

Karena dari Pemerintah hanya berkenan mengubah halaman 79 dengan jumlah baris yang terbatas, maka untuk deskripsi agama Khonghucu disepakati bahwa agama Khonghucu sudah tersebar berabad-abad lamanya di wilayah Nusantara (Indonesia) seiring masuknya orang Tionghoa dari daratan Tiongkok.

Kitab suci agama Khonghucu yaitu Sishu dan Wujing. Tempat ibadah umat Khonghucu disebut Kelenteng, Kongmiao, Miao, Litang, Bio. Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh, Hari Lahir dan Wafat Nabi Kongzi, dan Qingming merupakan hari besar yang dirayakan umat Khonghucu. Rohaniwan Agama Khonghucu disebut Jiaosheng (Js), Wenshi (Ws), Xueshi (Xs). ***

Sukris Priatmo

Komentar

Baca juga