Kekurangan Nakes, Pengoperasian Tenda Darurat di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Terkendala

Tenda darurat didirikan di halaman pusat karantina Rumah Lawan Covid-19 Tangerang Selatan.

TANGSEL- Pembangunan tenda darurat untuk menambah kapasitas pusat karantina Rumah Lawan Covid-19 di Tangerang Selatanb ditargetkan rampung pekan depan. Namun, hingga kini belum dapat dipastikan kapan waktu pengoperasiannya karena terkendala kurangnya tenaga kesehatan.

Koordinator Rumah Lawan Covid-19, Suhara Manullang menjelaskan, pihaknya sedang berupaya mempercepat pembangunan tenda darurat. Sebab, jumlah pasien yang membutuhkan ruang perawatan terus bertambah di tengah lonjakan kasus Covid-19 beberapa waktu terakhir.

“Secepatnya saya ingin kalau bisa minggu depan sudah operasional, walaupun tetap Pak Wali Kota ingin memaksimalkan RSU Serpong Utara dan RSU Pondok Betung. Saya kira semua sarana harus saya maksimalkan,” kata Suhara di Rumah Lawan Covid-19, Jumat (9/7).

Saat ini, kata Suhara, pihaknya sedang berkoordinasi dengan Dinas Bangunan Tangerang Selatan, untuk segera menyediakan fasilitas tambahan untuk tenda darurat tersebut.

“Sedang dalam tahap fasilitas dari Dinas Bangunan seperti menambahkan lantai dasarnya kemudian fasilitas AC dan oksigen dan lainnya,” kata Suhara.

Namun, Suhara menyebut pihaknya masih kekurangan tenaga kesehatan untuk bisa segera mengoperasikan tenda darurat ketika pembangunan telah rampung. Pasalnya, banyak tenaga kesehatan dari Puskesmas yang menurut rencana akan diperbantukan di tenda darurat, sedang menjalani isolasi mandiri karena terpapar Covid-19.

“Sekarang juga kendalanya tim kesehatan di puskesmas juga banyak yang sedang isolasi karena terpapar covid-19,” ungkap Suhara.
Adapun tenda darurat tersebut akan dibangun di halaman Rumah Lawan Covid-19. Untuk tahap awal, terdapat tiga tenda yang didirikan dan masing-masing memiliki 15 sampai 20 tempat tidur. Dengan begitu, akan ada sekitar 60 tempat tidur untuk mengisolasi pasien Covid-19 yang dirujuk puskesmas di wilayah Tangerang Selatan.

Suhara menyebutkan, tenda darurat itu akan memiliki fasilitas yang lebih lengkap dibanding zona 1 dan zona 2 Rumah Lawan Covid-19. Pasalnya, tenda tersebut juga akan difungsikan untuk merawat sementara pasien Covid-19 bergejala sedang, sambil menunggu tersedianya ruang perawatan di rumah sakit rujukan. “Bisa menangani pasien yang transit juga. Untuk gejala sedang kan enggak bisa di Rumah Lawan Covid-19, tapi disiapin ke RS. Karena penuh bisa kami tangani sementara,” kata Suhara. ***

Prayan Purba

Prayan Purba

Tulis Komentar

WhatsApp