International Media

Kamis, 26 Mei 2022

Kamis, 26 Mei 2022

Kejati Sumut Tangkap Buronan Kejati Jambi terkait Kasus Migas Ilegal

Tim tabur tangkap buronan Kejati Sumut.

MEDAN – Tim tangkap buronan (Tabur) Intel Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menangkap terdakwa kasus distribusi minyak dan gas ilegal yang menjadi boronan Kejaksaan Tinggi Provinsi Jambi.

Buronan berinisial ZS bin JS (49) itu ditangkap di rumahnya di Desa Penggalian, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara pada Sabtu (16/4) malam.

“Penangkapan dipimpin langsung Asintel Kejati Sumut, I Made Sudarmawan sekitar pukul 23.15 WIB,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Idianto melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut, Yos A Tarigan, Senin (18/4).

Terdakwa kata Yos, diduga melanggar pasal 53 huruf b UU RI No. 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Dimana, terdakwa melakukan usaha pengangkutan minyak bumi dan usaha pengangkutan minyak dan gas bumi tanpa ijin usaha pengangkutan.

Sebelumnya, Tim Tabur Intel Kejati Sumut menerima surat dari Kejati Jambi terkait permintaan pengamanan terdakwa atas nama ZS dengan No. R-01/L.5.3/S.19/Dti.1/01/2022 tanggal 4 Januari 2022.

Selanjutnya sambung dia, Tim Tabur Kejati Sumut melakukan pencarian dan mengetahui keberadaan terdakwa. Kemudian tim mengikuti pergerakan terdakwa dan pada saat terdakwa mau beristirahat di rumahnya berhasil diamankan Sabtu (16/4/2022).

“Terdakwa selanjutnya kita serahkan ke Kejati Jambi yang diterima langsung Asintel Kejati Jambi Jufri, SH, MH didampinggi Kasi Intel Kejari Muaro Jambi, Ahmad Fauzan,SH beserta JPU bidang pidum untuk selanjutnya diserahkan ke JPU Kejari Muaro Jambi menjalani proses lebih lanjut, ” papar Yos.

Melalu program tangkap buronan (Tabur) Kejaksaan RI, tambah Yos A Tarigan Jaksa Agung RI meminta jajarannya untuk memonitor dan segera menangkap buronan yang masih berkeliaran untuk dilakukan eksekusi demi untuk kepastian hukum.

Dia juga mengimbau kepada seluruh DPO Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatanya. “Karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan,” ujar Yos tegas.***

Osmar Siahaan

Komentar

Baca juga