Kebakaran Lapas Tangerang, 3 Petugas PLN dan Damkar Diperiksa

Lapas Kelas I Tangerang mengalami kebakaran.

JAKARTA – Penyidik Polda Metro Jaya memeriksa 20 saksi dalam kasus kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang,Banten. Ke-20 saksi tersebut termasuk tiga petugas PLN dan tiga petugas pemadam kebakaran.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, 20 orang saksi yang diperiksa hari ini terdiri dari 14 orang dari pihak petugas Lapas yang berjaga kemudian tiga petugas PLN, dan tiga petugas pemadam kebakaran.

“Ada tiga orang saksi dari PLN yang kami periksa hari ini. Tiga orang pemadam kebakaran yang juga diperiksa hari ini,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Senin (13/9).

Sebagaimana diketahui, salah satu penyebab terjadinya kebakaran di Lapas Kelas 1 Tangerang itu akibat korsleting arus listrik. Kemudian menyambar ke plafon yang ada di Blok C2 Lapas Kelas 1 Tangerang, Banten.

Dia menjelaskan, pemeriksaan terhadap sejumlah saksi tersebut setelah penyidik menaikkan status kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang, Banten dari penyelidikan ke penyidikan. Penyidik menduga adanya tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

“Hasil gelar perkara kami naikan dari penyelidikan ke penyidikan yang tadinya ada dugaan pidana di 187 KUHP 188 KUHP 359 KUHP sudah ditemukan. Memang ada pidana disitu sehingga berdasarkan hasil gelar perkara kami naikan dari tingkat penyelidikan ke penyidikan,” ujarnya.

Dia berharap 20 orang saksi yang dijadwalkan untuk diperiksa hari ini dapat hadir.

“Kami jadwalkan jam 10 undangannya mudah-mudahan bisa hadir,” tuturnya.

Sementara itu, tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah mengantongi semua data Antemortem seluruh korban kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang, Banten.

Data tersebut, termasuk dari kedua napi warga negara asing (WNA). Adapun kedua WNA tersebut salah satunya berasal dari Portugal, yakni Ricardo Ussumane Embalo. Kemudian satu WNA lainnya berasal dari Afrika Selatan, Samuel Machado Nhavene.

“Saat ini kami proses identifikasi tetap berjalan, sambil terus mendalami data Ante Mortem yang sudah didapat,” kata Kepala Bidang DVI Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri Kombes Ahmad Fauzi kepada wartawan, Jakarta, Senin (13/9).

Fauzi mengatakan, pihaknya masih terus mendalami data Ante Mortem. Namun, kata Fauzi, memang masih ada pencocokan data yang perlu dilengkapi.

“Dalam DVI diperlukan data AM dan PM yang bersifat primer (Sidik jari, Gigi, DNA) dan skunder (Catatan Medis, property). Data-data tersebut yang perlu didalami,” ujar Fauzi.

Sekadar mengingatkan, kebakaran hebat melanda Lapas Kelas I Tangerang, sekira pukul 01.50 WIB, Rabu 8 September 2021. Sebanyak 44 orang menjadi korban tewas akibat kebakaran tersebut. Sementara, 81 orang mengalami luka-luka, diantaranya 73 luka ringan dan delapan luka berat.

Pihak terkait memutuskan bahwa, 41 jenazah yang tewas dilakukan proses identifikasi di Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Pihak RS pun mendirikan posko Ante Mortem, agar pihak keluarga bisa memberikan data guna mempercepat proses pencocokan identitas.

Kebakaran ini muncul lantaran diduga terjadinya korsleting listrik. Lapas Kelas I Tangerang berisikan 2.072 orang. Lokasi yang terbakar berada di Blok C yang dihuni oleh 122 orang.

Korban Meninggal 46 Orang

Korban tewas akibat kebakaran  Lapas Tengerang bertambah satu orang di RSUD Kabupaten Tangerang. Sehingga, total korban tewas menjadi 46 orang.

Kepala Instalasi Hukum, Publikasi dan Informasi RSUD Kabupaten Tangerang, Hilwani menjelaskan, korban meninggal berinisial T (50). Korban meninggal dunia, pada Minggu 12 September 2021, sekira jam 21 malam.

“Satu lagi pasien dari lapas, tuan T, dengan luka bakar sekira 40 persen dan trauma inhalasi berat, meninggal semalam, jam 21.25 WIB,” kata Hilwani, Senin (13/9).

Kondisi T saat pertama kali memasuki RSUD Kabupaten Tangerang tergolong cukup berat. Pihak rumah sakit bahkan sempat menunda operasi kepada T.

Dengan meninggalnya T, maka jumlah orang yang meninggal dalam perawatan di RSUD Kabupaten Tangerang telah berjumlah 5 narapidana. Saat ini, jumlah narapidana yang masih menjalani perawatan sisa 5 lagi.

“Dengan tewasnya T, total pasien yang sementara ini dirawat di RSUD Kabupaten Tangerang berjumlah lima warga binaan. Kelima warga binaan itu berinisial N (34), Y (33), M (44), I (27), dan S (35),” tukasnya.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp