International Media

Selasa, 29 November 2022

Selasa, 29 November 2022

KBRI Tiongkok Selenggarakan Gelar Media Reception “Updates from Indonesia”

Dubes Djauhari Oratmangun berbincang dengan wartawan media massa.

BEIJING—KBRI Tiongkok, Kamis (13/10) lalu mengadakan Media Reception “Updates from Indonesia” di Westin Beijing Financial Street Hotel.

Tujuan penyelenggaraan acara untuk memberikan informasi terkini tentang pertumbuhan ekonomi Indonesia, persiapan KTT G20 Bali, perdagangan, investasi dan pariwisata Indonesia-Tiongkok serta kerja sama ekonomi saat ini antara Indonesia-Tiongkok.

Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun mengucapkan terima kasih kepada berbagai media besar Tiongkok yang secara aktif mempromosikan perkembangan Indonesia serta hubungan kerja sama persahabatan Indonesia-Tiongkok.

Dubes Djauhari Oratmangun berfoto bersama para awak media.

Dubes Djauhari Oratmangun menyatakan sikap optimismenya hingga per Juli tahun ini, dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia, tingkat inflasi Indonesia terkendali sebesar 4,9% dan diperkirakan tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2022 dan 2023 masing-masing sebesar 5,4% dan 5%.

Menurut data bea cukai Tiongkok, data perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok cukup memuaskan.

Antara Januari dan Agustus 2022, volume perdagangan kedua negara mencapai 95,7 miliar dolar AS atau 74,2 miliar dolar AS lebih banyak dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Selain itu, ekspor Indonesia juga meningkat. Dibandingkan dengan tahun 2021, total volume ekspor meningkat 31,8% menjadi sekitar 48,3 miliar dolar AS.

Pada saat yang sama, impor Indonesia dari Tiongkok meningkat 26,4% atau sekitar 47,4 miliar dolar AS.

Dubes Djauhari Oratmangun menambahkan untuk terus meningkatkan volume perdagangan impor dan ekspor antara Indonesia-Tiongkok, KBRI Tingkok  bersama dengan KJRI Shanghai dan Kantor Perwakilan Indonesia Trade Promotion  Center in Shanghai, tidak hanya aktif berpartisipasi dalam The China-ASEAN Expo yang diadakan di Nanning September lalu, namun juga akan mengadakan “The 37th Indonesia Trade Expo” dalam bentuk campuran online dan offline pada 19-23 Oktober.

Melalui interaksi perdagangan terbesar ini maka dapat menarik lebih banyak perusahaan Tiongkok untuk berinvestasi di Indonesia.

The 37th Indonesia Trade Expo akan mengangkat tema “Penguatan Perdagangan Global untuk Pemulihan yang Lebih Kuat” dan akan menjadi platform B2B yang menarik bagi investor Tiongkok.

Dubes Djauhari juga mengusulkan agar Indonesia sebagai rotating presidency G20 tahun ini, akan fokus menyampaikan tiga topik utama yaitu kesehatan global, transformasi digitalisasi dan transformasi energi.

Suasana Media Reception yang berlangsung interaktif.

Selain itu juga akan dibahas mengenai pengendalian ketahanan pangan, konflik regional, penyakit epidemik serta perubahan iklim di dunia saat ini.

Duta Besar Djauhari Oratmangun mengatakan kepada media Tiongkok bahwa Tiongkok memainkan peran kunci dalam G20, terutama dalam pemulihan iklim ekonomi global, investasi ekonomi hijau serta perkembangan ekonomi digital.

Selain itu, Dubes Djauhari Oratmangun juga mengatakan Indonesia dan Tiongkok perlu untuk meningkatkan potensi kerja sama ekonomi digital.

Karena Indonesia saat ini telah menargetkan 12% dari total PDB berasal dari ekonomi digital.

Empat koridor ekonomi Tiongkok-Indonesia erat kaitannya dengan peningkatan pembangunan Inisiatif “Belt and Road” dan Konsep “Poros Maritim Global”. Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang akan selesai akhir tahun ini merupakan bukti terbaik dari upaya bersama kedua belah pihak.

Tiongkok membutuhkan kerja sama dengan ASEAN untuk mendorong stabilitas di kawasan regional, mendorong pertumbuhan ekonomi regional serta memperkuat kepercayaan strategis global. Demi menjadi teladan bagi negara dan kawasan lainnya di dunia.

Dalam acara penyambutan tersebut, media Tiongkok juga mengajukan pertanyaan tentang relokasi, investasi dan perkembangan ibu kota baru Indonesia.

Terutama bagaimana regulasi Indonesia akan menarik dan melindungi investor Tiongkok untuk berpartisipasi langsung dalam pembangunan dan pengembangan ibu kota baru.

Menanggapi masalah ini, Dubes Djauhari Oratmangun mengundang investor Tiongkok yang berminat untuk berpartisipasi dalam forum online yang diadakan BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia) RI pada 18 Oktober.

Terakhir Dubes Djauhri Oratmangun menyatakan seiring dengan pengembangan industri pariwisata Indonesia, saat ini hanya perlu mendaftar ke aplikasi PeduliLindungi dan sudah dua kali divaksinasi sebelum ke Indonesia.

Destinasi wisata populer di Indonesia seperti Bali, Batam dan Bintan telah dibuka sepenuhnya untuk dunia luar.

Diharapkan lebih banyak warga Tiongkok pergi ke Indonesia untuk merasakan keindahan Indonesia.

“Kami juga mengundang wartawan media massa untuk terus bekerja keras mempromosikan informasi paling otentik dan positif tentang kerja sama antara kedua negara. Demi memberikan sumbangsih bagi keberlanjutan kerjasama antara kedua negara,” ujarnya.

Wartawan media massa dan perwakilan media ikut berpartisipasi dalam kegiatan Media Reception kali ini diantaranya Phoenix International Media Center, CGTN, China Daily, People’s Daily, China Central Radio and Television, Global Times, Kantor Berita Antara, Kompas, Metro TV, Beijing Daily, Travel and Leisure, World Wide Web, Xinhua News Agency, Development Research Center of the State Council, Hainan TV, Hubei TV, China-ASEAN Center dan media lainnya. idn/din

Sukris Priatmo

Komentar