Kawal Kesehatan Staf Lokal, CREC Rutin Gelar Pemeriksaan Kesehatan

Test PCR Swab setiap sekali sebulan.

BANDUNG–Untuk mematuhi hukum dan regulasi setempat Indonesia sekaligus memenuhi tanggung jawab sosial perusahaan, dalam rangka lebih meningkatkan kesejahteraan karyawan lokal sekaligus meningkatkan sistem pemantauan kesehatan kerja karyawan, PT China Railway Group Limited (CREC) Kamis (4/3) lalu melakukan pemeriksaan kesehatan rutin bagi karyawan lokal di lokasi kerja.

Tahap pertama, sebanyak 151 orang karyawan termasuk manajer lokal, operator mekanik dan pengemudi di lokasi kerja mengikuti pemeriksaan kesehatan kerja.

Untuk memastikan produksi dan konstruksi juga untuk memastikan keselamatan staf pekerja dalam pencegahan dan pengendalian wabah korona, maka Divisi Proyek CREC bekerjasama dengan rumah sakit setempat mengembangkan rencana pemeriksaan kesehatan yang ilmiah dan masuk akal.

Selain itu juga meminta RSU Kasih Bunda untuk mengerahkan tim dokter ke divisi proyek CREC. Untuk memberikan layanan pemeriksaan kesehatan bagi staf kerja lokal proyek.

Item pemeriksaan fisik meliputi penyakit dalam, darah rutin, tekanan darah, mata, telinga, hidung dan tenggorokan.

Setelah pemeriksaan fisik, Divisi Proyek CREC ​​menginformasikan secara jujur kepada hasil laporan pemeriksaan kesehatan kepada karyawan yang mengikuti pemeriksaan. Sehingga karyawan tersebut memahami kondisi kesehatan dirinya. Sehingga tercapai “deteksi dini, diagnosa dini serta pengobatan dini.”

 

Divisi Proyek CREC membuat file informasi kesehatan kerja karyawan guna membentuk garis proteksi kesehatan karyawan.

 Sejak merebaknya wabah korona Maret 2020, Divisi Proyek CREC telah mengambil sejumlah langkah pengendalian yang relevan untuk mengawasi tenaga kerja lokal:  Pertama, menambah subsidi epidemi bagi karyawan yang secara sukarela tinggal di lokasi proyek yang terkonsentrasi, Kedua, menerapkan secara ketat prosedur cuti bagi karyawan yang kembali ke rumah untuk mengunjungi kerabat selama masa epidemi dan hari libur nasional.

Selain itu juga menerapkan secara ketat sistem anti-epidemi yang relevan seperti rapid test dan observasi karantina sebelum kembali bekerja.

Ketiga, melakukan rapid test untuk semua karyawan setiap 10 hari dan tes PCR swab setiap bulan. idn/din

Sukris Priatmo

Sukris Priatmo

Tulis Komentar

WhatsApp