Kasus Positif Naik, Bima Ajak DKM Waspada Lonjakan Covid-19 saat Ramadhan

Wali Kota Bogor, Bima Arya.

BOGOR- Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengajak seluruh stakeholder khususnya para Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) untuk bersama-sama tetap waspada terhadap Covid-19 . Hal itu bertujuan agar tidak terjadi lonjakan pada momen Ramadhan hingga Idul Fitri nanti.
“Data menunjukkan bahwa kita masih harus waspada. Memang satu bulan terakhir ini menurun angkanya, rumah sakit yang tadinya penuh sekarang sudah mulai menurun yang dirawatnya. Tadinya Februari lalu ada 187 kasus per hari, terus turun di bawah 100, bahkan sempat di bawah 50,” kata Bima dalam keterangannya, Rabu (28/4).
Bima menambahkan, ada tren kenaikan yang terjadi dalam satu pekan terakhir. Kenaikan tersebut perlu disikapi secara serius jangan sampai terjadi gelombang kedua seperti di India. 

“Tetapi, ada tren sedikit naik belakangan ini. Kita masih harus waspada. Jangan sampai seperti India. Mungkin pernah membaca berita juga yang menggambarkan kondisi di India. Itu terjadi karena tidak waspada, karena euforia. India itu berhasil menurunkan angka Covid, kemudian warganya cuek, mengadakan kegiatan tanpa protokol kesehatan, sehingga sekarang yang terjadi adalah fasilitas kesehatan di India tidak bisa lagi menampung karena penuh,” ungkapnya.
Bima pun tidak ingin kejadian tersebut terjadi di Kota Bogor. Untuk itu Pemkot Bogor bersama Forkopimda akan mengawasi secara ketat aktivitas-aktivitas yang berpotensi menimbulkan penyebaran Covid-19. 

“Nanti dibantu DKM sosialisasi agar diinformasikan apabila ada warga yang keluar atau masuk ke sini, harus didata. Untuk ibadah masih dibolehkan, tarawih bahkan sholat Ied Insya Allah dipersilakan tetapi dengan catatan, dibatasi kapasitasnya, maksimal 50 persen. Di tingkat kota (tarawih) ditiadakan, karena kalau diadakan nanti akan tumpah ruah, kerumunannya sulit dikendalikan. Di wilayah silakan, di masjid-masjid silakan, tapi mohon diperhatikan betul protokol kesehatannya,” tutur Bima.
Jika semua ikut menjaga, diharapkan tidak terjadi lonjakan kedua kasus covid-19 di Kota Bogor. Karena, apabila masyarakat lengah tidak menutup kemungkinan akan terjadi lonjakan kasus pasca Idul Fitri. 

“Insya Allah kalau selama Ramadhan diawasi, tidak terlalu euforia, tarawihnya juga dijaga, arus mudik juga diawasi ketat, maka Covid Insya Allah bisa kita kendalikan. Ini titik kritisnya di Ramadhan sampai Lebaran nanti. Tapi sebaliknya, kalau kita kendor, nanti PR setelah Lebaran bisa ada lonjakan, itu berat. Mudah-mudahan itu tidak terjadi,” tutupnya. ***

Prayan Purba

Prayan Purba

Tulis Komentar

WhatsApp