International Media

Senin, 23 Mei 2022

Senin, 23 Mei 2022

Kasus Pemoge Pukul Pria Pakai Pistol di Tangerang Berakhir Damai

Pengendara moge diduga mengeluarkan senjata api dari dalam tasnya. (Tangkapan layar akun IG tangkot24jam).

JAKARTA (IM) – Kasus pengendara motor gede (moge) yang memukul pria berinisial GEP (26) di Tangerang dengan menggunakan pistol memasuki babak baru. Polisi telah mempertemukan kedua pihak.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan mengatakan, pelapor dan terlapor telah dipertemukan pada Rabu (4/5) malam. Kedua pihak sepakat untuk menyelesaikan kasus itu secara kekeluargaan.

“Pihak pelapor dan pihak terlapor telah menyelesaikan permasalahan tersebut dengan musyawarah secara kekeluargaan dan tanpa ada paksaan dari pihak manapun,” kata Zulpan kepada wartawan, Kamis (5/5).

Pemotor moge itu diketahui berinisial N. Polisi enggan membeberkan lebih jauh terkait identitas pemoge N tersebut.

Zulpan menyebut kasus itu bermula saat pelapor GEP dan pemoge sekaligus terlapor N terlibat cekcok di jalan hingga berakhir pemukulan dengan menggunakan pistol.

“Ketika korban dan tersangka sama-sama saling membawa sepeda motor kemudian terjadi cekcok mulut dan selanjutnya pelaku memukul korban dengan menggunakan senpi,” katanya.

Menurut Zulpan, dari proses mediasi yang telah dilakukan, pihak terlapor bersedia melakukan ganti rugi hingga menanggung biaya pengobatan korban.

“Pihak terlapor bersedia menganti biaya pengobatan dan kerugian materi selama pelapor tidak bekerja atas kejadian tersebut,” terang Zulpan.

“Pihak pelapor dan pihak terlapor menganggap permasalahan tersebut telah selesai serta tidak akan menuntut permasalahan tersebut,” sambung Zulpan.

Kasus ini juga sempat viral di media sosial. Dalam video viral itu terlihat seorang pengemudi moge menggunakan jaket hitam dan helm terlibat cekcok dengan seorang pria di depan salah satu warung.

Pengemudi moge itu terlihat memegang pistol. Dia sempat menunjuk ke arah seseorang.

“Lihat nggak, dia yang iniin,” ujar pengemudi moge itu setelah dipukul seorang pria menggunakan helm.

Pengemudi moge itu tampak memasukkan pistol ke dalam tas. Pengemudi moge itu terlihat membawa moge berwarna hijau dengan nomor polisi B-3578-SZX.

Setelah itu, ada pria lain yang datang terlihat mencoba melerai. Tiba-tiba ada helm yang dilemparkan ke arah pemotor tersebut.

Anggota Komisi III DPR Fraksi Gerindra Habiburokhman sebelumnya meminta pelaku segera ditangkap dan dibeberkan identitasnya.

“Saya berharap jajaran Polri di lapangan bisa bergerak cepat menyelesaikan kasus ini, pelakunya diungkap dan ditangkap untuk diproses secara hukum,” ujar Habiburokhman kepada wartawan, Rabu (4/5).

Habiburokhman mengatakan benda seperti senjata api itu sudah terlihat dengan jelas dibawa oleh pengendara moge. Dia menyebut pistol itu juga harus diusut apakah legal atau tidak.


“Yang jelas terjadi pemukulan, dan ada penampakan benda seperti senjata api. Harus diusut juga senjata api tersebut legal atau tidak,” tuturnya.

Habiburokhman menjelaskan, praktik kekerasan di jalan raya tidak boleh dibiarkan. Habiburokhman khawatir kekerasan di jalan raya malah menjadi tren.

“Kalau praktik main kekerasan di jalan raya dibiarkan, lama-lama akan menjadi tren dan dicontoh warga lain. Akhirnya muncul hukum rimba di jalan raya,” imbuh Habiburokhman.

Senada dengan itu juga dikatakan anggota Komisi III DPR lainnya, Jazilul Fawaid. Ia meminta polisi mengusut kasus itu. Waketum PKB ini mengatakan, meski memiliki pistol, seseorang tidak boleh bertindak seenaknya.

“Agar polisi mengusut kasus tersebut, supaya diketahui juga kepemilikan senpi tersebut. Mentang-mentang bawa senpi tidak boleh juga bertindak semena-mena, ada etikanya juga. Jangan sampai memunculkan keresahan,” kata Jazilul.***

Osmar Siahaan

Komentar