International Media

Jumat, 30 September 2022

Jumat, 30 September 2022

Kasus Pembunuhan Brigadir J, Polri Bantah Ulur Waktu Sidang Etik untuk Tiga Tersangka

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo.

JAKARTA – Polri bantah sengaja mengulur waktu pelaksanaan sidang terhadap tiga tersangka kasus menghalangi penyidikan atau obstruction of justice dalam perkara pembunuhan berencana Brigadir J.

Ketiga tersangka yang belum disidang etik tersebut, adalah Brigjen Hendra Kurniawan, mantan Karopaminal Propam Polri, AKBP Arif Rahman Arifin yang meruoakan  mantan Wakaden B Biropaminal Divisi Propam Polri dan AKP Irfan Widyanto merupakan mantan Kasub Unit I Sub Direktorat III Dittipidum Bareskrim Polri.

“Tidak ada, ulur-ulur waktu,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada awak media, Jakarta, Selasa (20/9).

Dedi mengungkapkan, ada tahapan dalam sidang komisi kode etik Polri (KKEP) tersebut. Proses meja hijau sudah dijadwalkan Kepala Biro Penanggung Jawab Profesi (Karo Wabprof) Polri Brigjen Agus Wijayanto.

“Semuanya butuh proses. Tentunya kalau sudah ada hasilnya saya sampaikan,” ujar Dedi.

Iptu Januar Arifin

Sementara itu, Iptu Januar Arifin, Pamin Den A Ropaminal Divpropam Polri yang dimutasi Sebagai Yanma Polri, menjalani sidang kode etik ketidakprofesionalan di kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

“Kemudian untuk agenda sidang hari ini yaitu sidang KKEP terduga pelanggar Iptu JA dilaksanakan hari ini (Senin),” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Nurul Azizah kepada awak media, Jakarta, Selasa (20/9).

Dalam sidang etik Iptu Januar, komisi sidang menghadirkan enam orang saksi. Ia dinilai tidak profesional dalam menjalankan tugasnya di kasus Brigadir J. 

“Sedangkan pasal yang disangkakan kepada Iptu JA yaitu Pasal 5 ayat (1) huruf c, Pasal 6 ayat (2) huruf b, Pasal 10 ayat (1) huruf f Perpol Nomor 7 tahun 2022 tentang kode etik profesi dan komisi kode etik kepolisian RI,” ujar Nurul. 

Diketahui dalam kasus Obstruction of Justice, Polri telah menetapkan tujuh orang tersangka pidana. Yakni, FS atau Irjen Ferdy Sambo selaku mantan Kadiv Propam Polri, HK atau Brigjen Hendra Kurniawan selaku eks

Karopaminal Divisi Propam Polri, ANP atau Kombes Agus Nurpatria selaku eks Kaden A Biropaminal Divisi Propam Polri, AR atau AKBP Arif Rahman Arifin selaku eks Wakadaen B Biropaminal Divisi Propam Polri.

Lalu, BW atau Kompol Baiquni Wibowo selaku eks PS Kasubbagriksa Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri, CP atau Kompol Chuck Putranto selaku eks PS Kasubbagaudit Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri dan AKP Irfan Widyanto eks Kasubnit I Subdit III Dittipidum Bareskrim Polri.

Dalam hal ini, Polri telah menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap empat tersangka, yaitu, Irjen Ferdy Sambo, Kompol Chuck Putranto, Kompol Baiquni Wibowo, dan Kombes Agus Nurpatria. Terbaru, komisi etik telah resmi menolak banding PTDH yang diajukan oleh Ferdy Sambo. Dengan kata lain, adanya penolakan banding tersebut, menjadikan Ferdy Sambo resmi dipecat atau bukan lagi sebagai anggota Polri. ***

Osmar Siahaan

Komentar

Baca juga