Kasus Aktif Covid-19 Tersisa 2.908 dan Positivity Rate 1,3%

Sejumlah penumpang commuterline menunggu kedatangan kereta di dalam peron Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat.

JAKARTA- Kondisi pandemi Covid-19 di Jakarta menunjukkan perkembangan yang membaik dan semakin terkendali dari hari ke hari. Sejumlah indikator menunjukkan situasi terkendali tersebut, antara lain kasus aktif yang tersisa 2.908 kasus dan angka positivity rate atau persentase kasus positif yang terus menurun dan saat ini berada di angka 1,3%.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengatakan, berdasarkan data 18 September, kasus aktif di Jakarta mengalami penurunan sebanyak 50 kasus dibandingkan kasus aktif sehari sebelumnya. Sejak puncak gelombang kedua pandemi Covid-19 di Jakarta pada pertengahan Juli 2021 lalu, kasus aktif secara umum konsisten mengalami penurunan dari waktu ke waktu.

“Jumlah kasus aktif di Jakarta per 18 September turun sejumlah 50 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 2.908 baik orang yang masih dirawat atau yang menjalani isolasi,” ujar Dwi di Jakarta, Minggu (19/9).

Dari jumlah 2.908 kasus itu, sebanyak 974 orang yang menjalani perawatan di 140 RS rujukan di Jakarta dan sebanyak 1.934 orang yang menjalani isolasi mandiri. Sehari sebelumnya, 17 September, jumlah kasus aktif di Jakarta sebanyak 2.958 kasus dengan perincian 1.000 orang yang dirawat dan sebanyak 1.958 orang yang menjalani isolasi mandiri.

Jumlah kasus aktif saat ini turun tajam sebanyak 110.230 kasus atau turun hampir 38 kali lipat dibandingkan puncak kasus aktif di Ibu Kota yang terjadi pada 16 Juli 2021 lalu. Pada saat itu, jumlah kasus aktif mencapai angka 113.138 kasus dengan perincian 88.295 pasien Covid-19 yang menjalani isolasi dan sebanyak 24.843 pasien Covid-19 yang dirawat.

Tak hanya kasus aktif Covid-19, kata Dwi, positivity rate di Jakarta dalam sepekan terakhir juga mengalami penurunan yang signifikan. Hingga saat ini, positivity rate di Jakarta sudah berada di angka 1,3 %. Angka ini terus menjauh dari ambang batal ideal positivity rate yang ditetapkan oleh WHO, yakni 5%.

“Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 1,3%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 14,1%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%,” ungkap Dwi.

Padahal, dalam sepekan terakhir, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan tes PCR sebanyak 118.771 orang. Dari jumlah ini, sebanyak 1.544 orang dinyatakan positif Covid-19 dan 117.227 orang dinyatakan negatif Covid-19. Jumlah tes PCR ini sudah melampaui standar minimun yang ditetapkan WHO, yakni 10.645 orang dites PCR per minggu di Jakarta. Hal ini berarti, jumlah tes PCR di Jakarta sudah 11 kali lipat dari standar WHO.

“Dalam seminggu terakhir ada 118.771 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 572.024 per sejuta penduduk,” terangnya. ***

Prayan Purba

Prayan Purba

Tulis Komentar

WhatsApp