International Media

Minggu, 7 Agustus 2022

Minggu, 7 Agustus 2022

Karya Tjutju Widjaja dan 107 Karya Perupa Tampil dalam Pameran MANIFESTO VIII di Galeri Nasional Indonesia

Tjutju Widjaja menjelaskan karya seni miliknya kepada Muhammad Adlin Sila, Pustanto dan Rizki A Zaelani.

JAKARTA–  Karya kaligrafi Tjutju Widjaja ikut dalam  Pameran Seni Rupa Kontemporer Indonesia MANIFESTO VIII dengan tema Transposisi, di Gedung A Galeri Nasional Indonesia, Jl Medan Merdeka Timur, Jakarta, mulai 26 Juli  hingga 26 Agustus.

            Karya Tjutju Widjaja tampil bersama  107 karya perupa lainnya, yang dipilih berdasarkan hasil seleksi kurasi dari 613 calon peserta yang mengajukan melalui undangan terbuka (open call). Karya tersebut berupa lukisan, grafis, drawing, mural, patung, instalasi, found object, kolase, kriya tekstil, fotografi, seni digital, video art, animasi, video mapping dan virtual reality.

Tjutju Widjaja dengan Direktur Erasmus Huis, Yolande Melsert.

Tim kurator dalam pameran ini adalah Rizki A Zaelani, Suwarno Wisetrotomo, Citra  Smara Dewi dan Teguh Margono.

Tjutju (asal Bandung) memilih tema  Brave (Berani) dalam karyanya, mengangkat spirit perjuangan seorang wanita. “Karya saya ini  menggambarkan spirit perjuangan wanita. Di mana seorang gadis kecil dibuang orangtuanya ke sebuah kelenteng. Perjuangan di dalam kelenteng tidaklah mudah, karena tidak bisa kontak dengan dunia luar. Ia hanya  berkomunikasi dengan Yang Atas (Ilahi) dan dunia bawah. Namun berkat perjuangan dan ilmu yang dia dapatkan selama di kelenteng, kelak anak kecil ini menjadi seorang pendeta (pemuka agama) yang berguna bagi umatnya,” kata Tjutju.

Foto bersama Muhammad Adlin Sila, Pustanto, Yolande Melsert, Rizki A Zaelani, para kurator, tamu kehormatan, Tjutju Widjaja dan perwakilan perupa dalam acara pembukaan Pameran Seni Rupa Kontemporer Indonesia MANIFESTO VIII di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, Selasa (26/7).

Maka dalam karya Tjutju ada tiga lapis. Lapis pertama menggambarkan kondisi saat anak itu dibuang, dalam kondisi tidak berdaya, Lapis kedua menggambarkan usaha keras, belajar semua ilmu. Lapis ketiga menggambarkan perempuan yang tadi sudah berjuang, tampil berani dan dihargai orang lain.

Tjutju Widjaja dengan pengunjung pameran.

Pameran ini digelar oleh Galeri Nasional Indonesia, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Riset dan Teknologi. Pameran secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Mendikbudristek Bidang Hubungan Kelembagaan dan Masyarakat, Prof Dr Muhammad Adlin Sila, didampingi Kepala Galeri Nasional Indonesia Pustanto dan para curator, Selasa (26/7) pukul 16.00 WIB,

Tjutju Widjaja menjelaskan karya seni miliknya kepada pengunjung.

Pustanto dalam sambutannya mengatakan, melalui pameran ini, para perupa diharapkan memiliki kepekaan yang tajam untuk membuat seni rupa memiliki posisi dan peran krusial yang mampu berkotribusi positif dalam kehidupan masyarakat dan mendorong kemajuan zaman.

Muhammad Adlin Sila yang membacakan pidato tertulis Mendikbudristek Nadiem  Makarim, berharap para perupa dapat terus berkarya menghasilkan karya-karya terbaik.

Karya perupa lainnya yang tampil dalam pameran di Galeri Nasional Indonesia.

Mewakili kurator,  Rizki A Zaelani  mengatakan karya-karya di MANIFESTO VIII menunjukkan kemajuan dan perkembangan sains dan tekonologi dalam berbagai bentuk pendekatan dan cara pengungkapan yang berbeda-beda.

Pameran ini dibuka setiap hari (kecuali hari libur nasional) mulai pukul 10.00 WIB – 19.00 WIB.***

Vitus DP

Komentar

Baca juga