Kapolri Tawarkan Anak Penghadang Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Masuk Polisi

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

MAKASSAR – Aksi Cosmas Balelambang (53), petugas keamanan yang menghadang pasangan suami istri (pasutri) pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar mendapat apresiasi dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Mantan Kabareskrim itu langsung menawarkan kepada Cosmas agar anaknya menjadi anggota Polri.

“Kapolri menawarkan anak Cosmas menjadi anggota kepolisian,” ujar Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam, Rabu (31/3).

Merdisyam mengatakan, hadiah istimewa itu merupakan bentuk apresiasi Kapolri terhadap Cosmas yang dinilai telah melakukan aksi heroik. Cosmas berani menghadang dua pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Minggu 28 Maret 2021 lalu.

Sekadar diketahui, aksi Cosmas tersebut menyelamatkan banyak nyawa, baik jemaat Gereja Katedral Makassar yang sedang mengikuti misa dan di sekitar gereja itu. Tidak ada jemaat yang tewas pada peristiwa tersebut. Namun, ledakan bom bunuh mengakibatkan 19 orang mengalami luka-luka dan berangsur pulih.

Cosmas sebelumnya menceritakan, sesuai dengan tugasnya yang mengatur akses keluar masuk kendaraan di Gereja Katedral, saat itu dia spontan melarang kendaraan roda dua yang ditumpangi pelaku untuk masuk ke gereja. Alasannya simpel. Ibadah telah selesai dan sejumlah anggota jemaat hendak keluar gereja.

“Waktu itu beberapa umat mau ke luar, pagar mulai terbuka. Ada yang ke luar dan ada yang masuk, jadi saya tahan, tiba-tiba meledak. Langsung saya bilang ‘Tuhan tolong saya’,” kata Cosmas saat menceritakan kejadian nahas tersebut kepada sejumlah pejabat nasional hingga daerah yang datang menjenguknya di RS Bhayangkara Makassar.

Begitu melihat gerak-gerik pelaku, Cosmas mengaku sudah mulai curiga. Apalagi salah seorang di antara kedua pelaku mengenakan pakaian mirip busana Muslim dan cadar memaksa masuk ke area gereja keuskupan itu.

Ia sempat menahan pasangan itu dengan jarak sekitar 2 meter. Namun, akibat ledakan bom itu, Cosmas mengalami luka bakar di bagian depan badannya. Kendati demikian, kejadian yang menimpanya tetap dia syukuri karena luka yang ditimbulkan dari peristiwa ini terbilang tidak serius jika dibandingkan kekuatan bom.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp